Pertumbuhan Ekonomi Sumut 2020 Diprediksi Negatif Akibat Virus Korona

Antara ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 20:45 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Sumut 2020 Diprediksi Negatif Akibat Virus Korona

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Wiwiek Sisto Widayat. (Foo: Ant)

MEDAN, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara pada 2020 terkontraksi. Proyeksi tersebut berdasarkan perkiraan dampak wabah virus korona terhadap perekonomian provinsi dengan ibu kota Medan itu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, bank sentral awalnya memprediksi ekonomi Sumut tumbuh positif 5,1-5,5 persen. Namun, kehadiran wabah virus korona bisa membuat PDB Sumut menjadi turun 0,04-0,1 persen.

"Penyebaran virus korona mengganggu kinerja ekspor dan termasuk investasi dan kunjungan wisatawan yang menjadi pendorong ekonomi Sumut," ujar Wiwiek di Medan, Kamis (27/2/2020).

Dia mengatakan, COVID-19 mengganggu ekspor Sumut yang sebagian besar ke China. Sumut selama ini banyak mengekspor karet alam dan CPO ke negara tersebut.

Wiwiek menyebut, ekonomi Indonesia secara nasional amat tergantung dengan China. Setiap penurunan ekonomi China 1 persen, berdampak pada penurunan ekonomi RI sebesar 0,3 persen.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, mengatakan, proyeksi perekonomian Sumut yang terkoreksi 0,04 - 0,1 persen itu merupakan angka realistis.

Tekanan ekonomi Sumut bisa lebih besar, kata dia, kalau virus tersebut berlangsung lama dan semakin menyebar ke berbagai negara.

"Sudah seharusnya Indonesia semakin meningkatkan hasil produk jadi sehingga tidak tergantung dengan ekspor mentah," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah