Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cagub Ahmad Ali Ajak Kopdar Milenial dan Gen Z, Tawarkan Solusi Lapangan Kerja
Advertisement . Scroll to see content

Peserta Program Kartu Prakerja Didorong Jadi Wirausahawan Unggul

Rabu, 29 April 2020 - 18:37:00 WIB
Peserta Program Kartu Prakerja Didorong Jadi Wirausahawan Unggul
Kartu prakerja. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dalam peluncuran program Kartu Prakerja, pemerintah tidak sekadar ingin membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan atau kehilangan pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaannya kembali. Melalui program tersebut diharapkan akan lahir para calon wirausahawan unggul.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyampaikan, sesuai pesan yang disampaikan komite program kartu prakerja, program ini diharapkan tidak hanya menyasar karyawan saja.

"Pihak komite telah berpesan bahwa (Program Kartu Prakerja) ini jangan hanya untuk karyawan, tapi ajarkan mereka juga untuk menjadi wirausahawan," ujar Denni, Rabu (29/4/2020).

Denni menambahkan, pihaknya telah memberikan amanat kepada para lembaga pelatihan yang terlibat di program ini untuk membuat kontrak kerja sama dengan calon perusahaan yang akan menyerap tenaga kerja lulusan peserta Kartu Prakerja tersebut.

"Kita serahkan pihak-pihak untuk berkolaborasi. Kita kerja sama dengan Apindo, Hipmi dan sebagainya, kemudian ketika kita melakukan kolaborasi sehingga ketika mereka membutuhkan enggak usah mengeluarkan duit, kemudian tinggal lihat listing dari perusahaan-perusahaan dari jenis pelatihan yang ada," kata dia.

Dia juga menyampaikan, konsep dari program kartu prakerja yang awalnya didesain untuk memberikan pelatihan secara offline dan online. Namun di tengah pandemi Covid-19 baru bisa dilakukan secara online.

Denni menyebut, cara pelatihan online sebagai cara terbaik untuk bisa menjangkau seluruh pelosok di Indonesia. Pasalnya, jika dilakukan pelatihan offline akan memakan ongkos mobilitas yang cukup besar

"Misalnya untuk pelatihan offline, itu tidak bisa di semua kabupaten. Pasti hanya di kota-kota besar saja bisanya. Maka biayanya akan sangat besar dan programnya akan berjalan lambat untuk rakyat kita yang begitu banyak. Karenanya, jalur online tetap harus kita galakkan," ucap Denni.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut