PLN Diminta Libatkan YLKI dan Ombudsman Selesaikan Aduan Tagihan Listrik

Djairan ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 18:00:00 WIB
PLN Diminta Libatkan YLKI dan Ombudsman Selesaikan Aduan Tagihan Listrik
PLN. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah meminta PT PLN (Pesero) bisa menjelaskan kepada masyarakat seiring tidak adanya kenaikan tarif listrik. Pasalnya, yang terjadi saat ini, tagihan listrik masyarakat melejit hingga lebih dari 100 persen. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan, tarif tenaga listrik tidak mengalami kenaikan dari tahun 2017 hingga September 2020 nanti. "Penyelesaian pengaduan tersebut agar diselesaikan oleh PLN dengan melibatkan Yayasan Konsumen Listrik Indonesia (YLKI) dan Ombudsman RI," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (10/6/2020).

Kementerian ESDM, lanjutnya, memastikan tarif tenaga listrik per 1 Juli hingga 30 September 2020 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan besaran tarif tenaga listrik yang berlaku sejak tahun 2017. Untuk itu, PLN diminta dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat bahwa tarif listrik tetap dan tidak ada subsidi silang dari pelanggan mampu kepada pelanggan tidak mampu seperti isu yang beredar.

"Bantuan stimulus keringanan tagihan listrik untuk masyarakat tidak mampu diambil dari APBN, tidak ada subsidi silang dari pelanggan mampu kepada pelanggan tidak mampu," tutur dia.

Hendra juga mengatakan, kenaikan tagihan listrik bulan Juni 2020 secara umum diakibatkan penumpukan kWh akibat tagihan bulan April 2020 yang menggunakan pemakaian tenaga listrik setara rata-rata tiga bulan akibat pandemi Covid-19. Selain itu, pemakaian listrik yang meningkat karena aktivitas di rumah saja juga berpengaruh pada kenaikan tagihan listrik.

Editor : Ranto Rajagukguk