Potensi Indonesia Besar, Pemanfaatan Lahan Pertanian Belum Optimal

Suparjo Ramalan · Minggu, 09 Agustus 2020 - 22:02 WIB
Potensi Indonesia Besar, Pemanfaatan Lahan Pertanian Belum Optimal

Mantan Menteri Bappenas Andrinof Chaniago memandang pemanfaatan lahan di daerah pedesaan belum optimal.

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago memandang pemanfaatan lahan di daerah pedesaan belum optimal. Padahal, Indonesia memiliki banyak pilihan tanaman yang bisa dimanfaatkan.

Andrinof mengatakan, pemanfaatan lahan dengan banyak tanaman dapat memberikan manfaat secara ekonomi yang sangat besar. Dia mencontohkan, dari tanaman pepohonan masyarakat desa dapat memproduksi peralatan rumah rumah tangga dan peralatan kerja yang terbuat dari kayu kering atau bekas yang digunakan masyarakat kota.

"Lalu, lalu kita lihat kebutuhan rumah tangga atau peralatan kerja itu sebagian besar bisa dibuat dari material kayu bekas atau kayu yang tidak terpakai yang sekarang disubstitusi dengan plastik aluminium dan sebagainya, di pedesaan ini banyak sekali hanya saja kurang ada kreativitas," ujar Andrinof dalam Webinar, Jakarta, Minggu (9/8/2020). 

Dia bilang, kurangnya pemanfaatan lahan bagi tanaman untuk diproduksi mengindikasikan masyarakat di pedesaan belum memiliki inovasi dan kreatiflvitas. Padahal, kata dia, hal itu sangat menguntungkan secara ekonomis bagi masyarakat desa itu sendiri karena ada market yang potensial. 

Meski begitu, lanjut Andrinof, ada sejumlah desa yang sudah menjalankan hal tersebut. Dia mencontohkan, salah satu desa di Bali yang mampu memproduksi peralatan rumah tangga dan peralatan kerja dari kayu bekas yang tidak terpakai. 

"Kalau kita ke daerah pedesaan di Bali itu kita sangat terinspirasi karena segala macam potongan kayu bekas itu dijadikan bahan berguna, bisa dijadikan produk yang bisa diekspor," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) Budiman Sudjatmiko mencatat bahwa pandemi Covid-19 memberikan peluang bagi meningkatkan nilai tukar petani dan nilai tambah ekonomi dengan cara melakukan hilirisasi pertanian. Ini sesuai dengan keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia di sektor pertanian. 

Hilirisasi pertanian, lanjut Budiman, perlu dilakukan dalam kondisi saat ini. Di mana pemerintah tetap memastikan pertumbuhan di sektor pertanian tetap berjalan. Hal itu dinilai akan berdampak pada tingkat penerimaan bagi masyarakat di pedesaan. 

"Saat ini yang perlu kita lakukan adalah memastikan pertumbuhan pertanian kita tetap tumbuh. Karena ini bisa menciptakan rantai pasok pertanian untuk memberikan pertumbuhan bagi ekonomi nasional," ujar Budiman.

Editor : Dani Dahwilani