Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Pulihkan Ekonomi, China Enggan Tiru Barat Longgarkan Kebijakan Moneter

Senin, 12 Oktober 2020 - 07:32:00 WIB
Pulihkan Ekonomi, China Enggan Tiru Barat Longgarkan Kebijakan Moneter
Bank sentral China (PBOC) tidak akan mengikuti gaya ekonomi barat dengan melakukan pelonggaran moneter skala besar. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Gubernur Bank sentral China (PBOC) Yi Gang tidak akan mengikuti gaya ekonomi barat dengan melakukan pelonggaran moneter skala besar. Tetapi sebaliknya, pihaknya akan melihat stabilitas harga konsumen dan nilai tukar untuk membantu pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19.

"Menerapkan kebijakan moneter normal, yaitu suku bunga positif dan kurva imbal hasil yang meningkat, baik untuk memberikan insentif bagi entitas pasar dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan bagi ekonomi dan masyarakat," tulis Yi dalam artikel yang diterbitkan oleh majalah China Finance, dikutip dari South China Morning Post Senin (12/10/2020).

Yi mengatakan, hal itu akan meningkatkan daya saing aset yuan dan dengan demikian membantu China memanfaatkan pasar domestik serta eksternal. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah menggelontorkan 9 triliun yuan (Rp19.700 triliun) untuk melawan pandemi Covid-19, menstabilkan ekonomi dan membantu bisnis serta individu.

Tetapi, tidak seperti Federal Reserve AS yang telah memulai pelonggaran kuantitatif tanpa batas, PBOC justru enggan menyuntikkan lebih banyak likuiditas yang dinilai dapat memperlambat laju pasokan kredit setelah upaya awalnya untuk memulai perekonomian tercapai.

“Kita perlu menjaga likuiditas, jumlah uang beredar dan pembiayaan yang wajar. Tetapi, harus mengatakan tidak pada banjir uang pada saat yang sama. Sebaliknya, kita harus menargetkan pertumbuhan mendekati produktivitas potensial dan menghindari fluktuasi ekonomi,” tulis Yi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut