Resesi AS, Ini Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

Kunthi Fahmar Sandy ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 23:37 WIB
Resesi AS, Ini Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

Ekonom mencatat setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh pada 0.02-0.05 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) terjerumus dalam jurang resesi yang sangat dalam. Ini imbas dari pandemi Covid-19 yang merusak sendi-sendi ekonomi Negeri Adidaya tersebut.

Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan imbasnya cukup dirasakan ekonomi nasional, di mana setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh pada 0.02-0.05 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Efek resesi AS juga akan memberikan dampak pada kepercayaan investor dalam berinvestasi di aset yang beresiko tinggi seperti saham," ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Dia menuturkan perubahan prilaku investor semakin mengincar safe haven, seperti emas dan government bond. Artinya, capital outflow dari pasar modal kemungkinan besar terjadi.

Dalam sepekan terakhir nett sells atau penjualan bersih saham di Indonesia naik Rp1,86 triliun. Bahkan, aksi jual terus berlanjut. "Efek lain adalah turunnya kinerja ekspor ke AS sebagai mitra dagang utama," kata Bhima.

Menurutnya, resesi di AS membuat daya beli konsumen menurun, dan otomatis permintaan ekspor, seperti tekstil, pakaian jadi, olahan kayu dan alas kaki merosot khususnya pada semester kedua 2020.

Seperti diketahui, resesi Amerika Serikat pada kuartal kedua 2020 merupakan yang terburuk sepanjang negara adidaya itu berdiri. Tak tanggung-tanggung, perekonomian negeri Paman Sam tersebut tercatat negatif 32,9 persen pada periode April-Juni. Kontraksi ini jauh lebih tajam dari kuartal pertama minus 5 persen. 

Editor : Dani Dahwilani