Selain Changi, Menhub Sebut 2 Perusahaan Asing Kepincut Proyek Infrastruktur RI

Aditya Pratama ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 22:45 WIB
Selain Changi, Menhub Sebut 2 Perusahaan Asing Kepincut Proyek Infrastruktur RI

Ada investor asing yang berminat untuk berinvestasi di bidang infrastruktur Tanah Air. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan ada investor dari negara lain yang berminat untuk berinvestasi di bidang infrastruktur Tanah Air. Hal itu diketahui setelah pemerintah menunjuk Changi Airports bersama PT Cardig Aero Service (CAS) dalam satu konsorsium menjadi pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Budi Karya menambahkan, perusahaan asing yang berminat melakukan investasi dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) selain Changi, yaitu Aeroports de Paris dan GVK Power and Infrastructure Ltd.

"Jadi, sebenarnya mereka sudah berminat semua di sini. Karenanya kami ingin mulai dengan yang lain termasuk yang dimiliki BUMN. Jadi, Kualanamu kami akan buka untuk investasi juga kerja sama, Samratulangi di Manado dan yang ketiga adalah Singkawang tempat yang khusus, mungkin dari China," ujar Budi Karya dalam konferensi pers di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Selain bandara, Budi Karya menyebut ada beberapa proyek lain yang diminati oleh investor asing untuk berinvestasi. Seperti tempat menguji kelayakan kendaraan dan lintasan kereta api Sumatera Selatan.

"Yang lain kami ada proving ground tempat menguji kelayakan dari kendaraan. Terus banyak lintasan kereta di Sumatera Selatan bahkan dari korea sudah minat untuk investasi. Jadi, ini adalah pecah telur, oleh karena itu kami minta dukungan bu menteri (Sri Mulyani) agar proses ini berjalan tidak gantung sama APBN dan mengembangkan di seluruh tanah air," kata dia.

Namun, Budi Karya menyebut belum ada investor yang masuk ke dalam kualifikasi untuk proyek KPBU tahun 2020 mendatang. Saat ini para perusahaan perusahaan tersebut sedang tahap prakualifikasi untuk persiapan lelang KPBU tahun depan.

"Tapi Kualanamu akan lebih banyak dibandingkan Labuan Bajo, sekarang penumpang sudah mendekati 10 juta. itu menarik sekali untuk domestik, dan kami ingin turis dari Timur Tengah dan India masuk ke Kualanamu," ucap Budi Karya.

"Sedangkan Sam Ratulangi baru mulai melakukan suatu klarifikasi jadi dibutuhkan kurang lebih enam bulan prakualifikasi, dengan penumpang yang sekarang sudah empat juta ini akan menarik sekali," katanya menambahkan.

Untuk kisaran nilai investasi di proyek-proyek tersebut, Budi Karya memperkirakan bila di Bandara Kualanamu akan berkisar antara Rp4-5 triliun, Sam Ratulangi, Manado Rp2-3 triliun, proyek kereta api Sumsel Rp7-10 triliun, dan proving ground Rp2 triliun.

Editor : Ranto Rajagukguk