Sepi dari Wisman, Pariwisata Singapura Terpukul karena Covid-19

Djairan ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 23:11 WIB
Sepi dari Wisman, Pariwisata Singapura Terpukul karena Covid-19

Singapura tengah menghadapi pukulan besar di sektor industri pariwisata, akibat pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

SINGAPURA, iNews.id - Negara seperti Indonesia, Jepang dan Amerika Serikat (AS) mulai perlahan membuka kembali sektor pariwisatanya, meski hanya untuk penduduk lokal. Sebab, negara tersebut punya pilihan wisata yang beragam.

Namun hal itu tak berlaku bagi Singapura. Negara yang tak lebih luas dari Kota New York itu tengah menghadapi pukulan besar di sektor industri pariwisata, akibat pandemi Covid-19. Bandara yang sempat tertutup untuk wisatawan mancanegara (wisman) membuat hotel serta tempat wisata tak akan mampu lagi menghasilkan hampir 20 miliar dolar AS (Rp288,34 triliun) seperti pada 2019.

"Kecuali jika kita kembali ke bisnis internasional, maka celah 20 miliar dolar AS itu bisa terisi kembali. Industri hotel kita bisa saja hancur, karena 90 persen dari total pemesanan berasal dari pelancong internasional," ujar CEO Asia Pasifik Accor, operator hotel terbesar di Singapura, Michael Issenberg, dikutip dari Bloomberg Selasa (7/7/2020).

Meskipun negara berpenduduk 5,7 juta orang ini telah membuka kembali ekonominya, namun perbatasannya sebagian besar masih ditutup. Hal itu mengakibatkan jumlah wisman mencatatkan angka terendah sepanjang sejarah, hanya 750 orang pada April. Jumlah ini turun dari 1,6 juta pada bulan yang sama pada 2019. 

Sedangkan di bulan Mei juga tak lebih baik, hanya 880 pengunjung. "Dalam jangka pendek, hotel, restoran, dan objek wisata dapat kembali berorientasi untuk menarik minat pengunjung, bisa lewat diskon wisata atau makanan. Namun, itu mungkin bukan untuk jangka panjang," kata kepala penelitian di Oversea Chinese Banking Corp, Selena Ling.

Pariwisata telah menjadi salah satu industri penyokong ekonomi utama Singapura, yang telah membantu mendiversifikasi ekonomi sebagai kekuatan keuangan utama Negeri Singa itu. Tempat-tempat wisata termasuk hotel dan kasino Marina Bay Sands, taman hiburan Universal Studios dan Kebun Binatang Singapura selama ini telah menarik wisman dari seluruh dunia.

Tahun lalu, Singapura menjadi tuan rumah dengan rekor 19,1 juta pengunjung, dengan penerimaan pariwisata naik menjadi 27,7 miliar dolar Singapura (Rp285,47 triliun), dari sebelumnya 26,9 miliar dolar Singapura (Rp278,13 triliun) di 2018. Sektor pariwisata di sana telah mempekerjakan sekitar 65.000 orang, memberikan kontribusi sekitar 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negaranya.

Editor : Ranto Rajagukguk