Skema Subsidi Energi Mau Diubah, Moeldoko: Jika Terus Diberikan, Uang Negara Jebol

Raka Dwi Novianto · Selasa, 19 Juli 2022 - 08:10:00 WIB
Skema Subsidi Energi Mau Diubah, Moeldoko: Jika Terus Diberikan, Uang Negara Jebol
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, skema subsidi energi akan diubah karena jika terus diberikan, uang negara bisa jebol. (Foto KSP).

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pemerintah akan mengubah skema pemberian subsidi energi agar beban masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan energi tidak berat. Nantinya subsidi ini langsung diberikan kepada rakyat yang membutuhkan, tidak dalam bentuk barang.

“Jika subsidi terus diberikan akan membuat uang negara jebol. Untuk itu, skema subsidi akan diubah. Tidak lagi ke barang tapi langsung ke orangnya agar tepat sasaran,” kata Moeldoko dalam keterangannya, Selasa (19/7/2022).

Adapun anggaran subsidi energi tahun ini sebesar Rp520 triliun. Anggaran itu ditambah dari sebelumnya senilai Rp443 triliun. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sempat mengatakan, subsidi energi paling banyak dinikmati oleh kelompok orang kaya. Karena itu, pemberian subsidi dengan skema langsung ke barang dinilai kurang tepat sasaran karena masih banyak kelompok orang mampu yang bisa ikut menikmatinya. Karena itu, skema subsidi energi akan diubah.

Sementara itu, dalam upaya menghadapi krisis pangan, Moeldoko mengatakan, pemerintah sudah melakukan peningkatan produktivitas di sektor pertanian untuk menjawab kebutuhan konsumsi pangan dalam negeri sebesar 2,5 juta ton per bulan. 

“Hasilnya selama tiga tahun berturut-turut kita sudah tidak lagi impor beras. Bahkan beras kita surplus. Pemerintah juga melakukan diversifikasi pangan, seperti menanam sorgum, sagu, dan jagung. Ini semua untuk menjawab tantangan ancaman krisis pangan dunia,” tuturnya.

Moeldoko juga menyinggung soal hasil survei Bloomberg, yang menyebutkan peluang risiko resesi Indonesia sangat kecil, yakni 3 persen. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada pada seminar kebangsaan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah pada Senin (18/7/2022) kemarin. 

“Hasil survei ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik kita kuat dan memiliki daya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” ucapnya.

Selain itu, Moeldoko juga menegaskan, mengelola negara di lingkungan global tidak mudah karena tantangannya sangat besar. Terlebih, di saat global menghadapi berbagai kejutan-kejutan, seperti pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, yang berdampak pada terputusnya pasok rantai dan kenaikan harga-harga komoditas.

Dalam menghadapi itu, Moeldoko menyampaikan lima teorinya, yakni mampu adaptif terhadap perubahan, membangun kecepatan di segala lini, berani mengambil risiko atas kebijakan yang diambil secara konstitusional. Selain itu, siap menghadapi kompleksitas akibat globalisasi, dan siap merespons kejutan-kejutan yang akan terjadi akibat kemajuan teknologi.  

“Kalian sebagai calon pemimpin bangsa harus siap dengan semua perubahan-perubahan,” ujarnya. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda