Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun per Tahun, Fokus Swasembada Pangan-Energi
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani: Defisit APBN di Oktober Turun dibanding Tahun Lalu

Selasa, 16 November 2021 - 14:46:00 WIB
Sri Mulyani: Defisit APBN di Oktober Turun dibanding Tahun Lalu
Menkeu Sri Mulyani sebut defisit APBN di Oktober turun dibanding tahun lalu
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, rasio defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Oktober 2021 sebesar Rp548,9 triliun atau 3,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun dibanding defisit APBN pada Oktober tahun lalu sebesar Rp764,8 triliun. 

"Ini adalah sesuatu yang kita lihat defisit APBN menurun dibanding Oktober tahun lalu yang sebesar 4,67 persen terhadap PDB," kata dia dalam acara CEO Networking 2021 di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (16/11/2021).

Dia berharap defisit anggaran pada tahun ini bisa tetap terkendali di atas 5 persen PDB, menurun dibanding realisasi tahun lalu di atas 4 persen PDB. Adapun defisit anggaran terjadi karena belanja negara yang masih sedikit lebih tinggi, yakni Rp2.058,9 triliun dibanding penerimaan negara sebesar Rp1.510 triliun.

Meski menurun, Sri Mulyanu berharap defisit APBN tetap bisa menciptakan efek berganda maupun counter cyclical terhadap pemulihan ekonomi nasional. Adapun pelebaran defisit APBN di atas tiga persen pada 2020 merupakan yang pertama kali dalam sejarah dan suatu mekanisme counter cyclical.

"Memang dampaknya dari sisi perekonomian bisa pulih kembali, masyarakat bisa terlindungi dari Covid-19, dan belanja sosial yang kami berikan untuk bantalan bagi masyarakat yang mengalami hempasan luar biasa dari pandemi," tuturnya.

Sementara itu, tercatat realisasi pembiayaan anggaran periode Januari-Oktober 2021 sebesar Rp608,3 triliun atau terkontraksi 34,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), serta keseimbangan primer minus Rp266,9 triliun.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut