Sri Mulyani: Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen Tunjukkan Strategi Pemulihan Sudah Tepat
JAKARTA, iNews.id - Ekonomi Indonesia kuartal II 2021 tumbuh 7,07 persen secara year on year (yoy). Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, itu menunjukkan strategi pemulihan yang sudah tepat.
Hal Ini ditandai dengan pulihnya seluruh mesin penggerak ekonomi, seperti konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,59 persen, investasi 7,5 persen, ekspor 31,8 persen, impor 31,2 persen.
"Ini artinya pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan, sekarang seluruh mesin pertumbuhan sudah mulai berkontribusi dan mulai aktif untuk mendukung pertumbuhan," katanya dalam video virtual, Kamis (5/8/2021).
Dia menuturkan, seluruh sektor bergeliat dan berfungsi, sebagian adalah karena kebijakan dari pemerintah yang terus melakukan intervensi dari sisi demand dan supply.
Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,07 Persen, Komisi XI DPR: Indonesia Keluar dari Resesi
"Jadi arah triwulan II menunjukkan arah pemulihan sudah benar, strategi pemulihan sudah benar, dan mulai menghasilkan dampak atau hasilnya," ucapnya.
Dia berharap momentum pemulihan ekonomi akan bisa terjaga. Namun ini hanya bisa dilaksanakan jika pelaku ekonomi dan masyarakat ikut menjaganya.
Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,07 Persen, Banggar DPR: Sudah di Jalur yang Tepat
"Kami akan terus menjaga pemulihan," ujar Sri Mulyani.
Kendati demikian, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III akan melambat. Ini akibat menyebarnya varian Delta.
Ini Faktor Pertumbuhan Ekonomi RI Meroket Hingga 7,07 Persen di Kuartal II 2021
"Kita masih berharap antara range 3,7 persen dengan 4,0 persen untuk kuartal III. Ini sebuah tantangan karena kita hanya bisa melakukan pada upper end apabila Delta bisa dikendalikan dan mobilitas serta kegiatan ekonomi mulai bisa berjalan secara normal kembali," tutur Sri Mulyani.
Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia masih menghadapi tekanan yang luar biasa. Menurutnya, penyebaran varian Delta harus diwaspadai karena menyebabkan ekonomi di sejumlah negara mengalami penurunan.
Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan sosial untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang sangat terimbas pandemi Covid-19.
Meroket, Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen di Kuartal II 2021
"Tentu kita berharap dengan pemulihan konsumsi, maka kelompok menengah atas sudah mulai beraktivitas dan itu akan makin memperkuat pemulihan ekonomi," ujarnya.
Menurut Sri Mulyani, dengan vaksinasi dan protokol kesehatan, mobilitas masyarakat juga sudah mulai membaik.
"Konsumsi jelas, namun kalau kita lihat dari sisi produksi, akomodasi, dan tranportasi naik tinggi karena masyarakat sudah mulai meningkatkan aktivitasnya," ucapnya.
Editor: Jujuk Ernawati