Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Mampu Menjaga Diri dari Pandemi Covid-19, Ini Buktinya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, Indonesia telah mampu menjaga diri dari pandemi Covid-19 sejak kemunculannya pada awal 2020 lalu. Terdapat sejumlah indikator ekonomi yang mengalami perbaikan hingga awal tahun ini.
Dia menjelaskan, perbaikan tersebut di antaranya pertumbuhan ekonomi yang positif hingga neraca perdagangan.
"Kita patut mensyukuri bahwa Indonesia semakin mampu menjaga dari pandemi Covid-19 meskipun secara global masih ada beberapa negara yang masih mencoba mengendalikan Covid-19 terutama Omicron," ujar Sri Mulyani dalam Talkshow Neraca Komoditas, Senin (30/5/2022).
Sri Mulyani menambahkan, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I 2022 mencapai 5,01 persen. Kemudian pada April 2022, neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus 7,56 miliar dolar AS. Kondisi surplus ini sudah terjadi 24 kali berturut-turut.
Wamen BUMN Sebut Transformasi Industri Asuransi dan Dapen di RI Butuh Waktu 10 Tahun
"Tentunya ini akan menjaga ekonomi Indonesia melalui kinerja ekspor kita karena ada tren kenaikan harga maupun pembelian ekonomi global akibat pandemi dan menggeliatnya kegiatan ekonomi di Indonesia," kata dia.
Sri Mulyani Ungkap Risiko Global Baru Ancam Pemulihan Ekonomi, Apa Itu?
Meski begitu, Sri Mulyani mengingatkan agar Indonesia untuk terus waspada, karena masih banyak risiko ekonomi global yang mengancam, salah satunya inflasi.
Dia mencontohkan, di banyak negara maju, seperti Amerika Serikat yang tingkat inflasinya sudah sangat tinggi. Per April 2022, inflasi di negeri Paman Sam mencapai 8,3 persen.
Sri Mulyani Edukasi Masyarakat soal Subsidi dan Perlinsos Melalui Komik
Naiknya inflasi bakal memaksa negara-negara mengetatkan kebijakan moneter mereka, yang berimbas pada kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan likuiditas. Selain itu, konflik Rusia-Ukraina yang belum reda juga mengancam pasokan komoditas dan mengerek harga bahan pangan dan energi.
"Di sisi lain, di RRT (Republik Rakyat Tiongkok/China), akibat Covid-19 maka pemerintahnya melaksanakan zero case policy terhadap pandemi, yang artinya lockdown atau pembatasan, dan ini sangat berdampak ke ekonomi RRT dan dunia," ucapnya.
Menkeu Singapura Bertemu Sri Mulyani, Bahas Potensi Investasi RI
Editor: Aditya Pratama