Sri Mulyani Ungkap Anggaran PEN Sudah Dikucurkan Rp483,62 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah mencapai Rp483,62 triliun. Jumlah tersebut setara 69,6 persen dari pagu anggaran PEN sebesar Rp695,2 triliun.
Sri Mulyani mengatakan realisasi tersebut didorong oleh pencairan Pinjaman Daerah, Penyertaan Modal Negara (PMN) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Pinjaman BUMN. Selain itu, realisasi tersebut juga disokong dari pencairan perlindungan sosial dan dukungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mencapai lebih dari 90 persen.
"Realisasi tren penyerapan positif sejak semester I 2020 dan pada akhir kuartal IV ini menunjukkan akselerasi pencairan pada semua klaster," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).
Pemerintah terus memastikan agar program PEN tetap relevan dan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sesuai kondisi ekonomi terkini.
Proyeksi Direvisi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi 2020 Bisa Minus 2,2 Persen
Apalagi, kasus Covid-19 kembali meningkat di seluruh dunia. Jerman melaporkan kenaikan tajam pada tingkat kematian akibat Covid-19, sementara Inggris kembali mengambil kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran Covid-19.
“World Health Organization (WHO) juga memberikan peringatan kepada Eropa terkait risiko peningkatan Covid-19 akibat libur natal. Hal ini mengindikasikan risiko Covid-19 tetap perlu dikendalikan seiring dengan terjadinya gelombang kedua dan ketiga," ujarnya..
Selaint itu, kasus Covid-19 di Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, di sisi lain jumlah pasien yang sembuh juga semakin naik.
Di sisi komoditas, sentimen positif atas perkembangan vaksin Covid-19 (Pfizer, BioNTech, dan Moderna) dan berlanjutnya peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai negara menyebabkan harga komoditas global melanjutkan penguatan selama bulan November, salah satunya adalah harga minyak dunia.
Editor: Ranto Rajagukguk