Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sri Mulyani: Saya Merasa Terhormat Bergabung dengan Dewan Direksi Gates Foundation
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Ungkap Strategi Kelola Utang RI Rp7.123 Triliun

Selasa, 30 Agustus 2022 - 17:17:00 WIB
 Sri Mulyani Ungkap Strategi Kelola Utang RI Rp7.123 Triliun
Menkeu Sri Mulyani ungkap strategi kelola utang RI Rp7.123 triliun (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, akan mengelola utang Indonesia dan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan hati-hati pada tahun depan. Ini sejalan dengan laju inflasi yang masih akan tinggi.

"Dengan kecenderungan inflasi tinggi yang menyebabkan suku bunga global meningkat tajam hingga tahun 2023, maka pengelolaan utang dan pembiayaan harus makin waspada dan hati-hati," kata dia dalam Rapat Paripurna DPR terkait Tanggapan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas RUU APBN 2023 beserta Nota Keuangan, Selasa (30/8/2022).

Bendahara negara itu mengatakan, arah defisit APBN 2023 yang mengecil di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), selain memenuhi amanat Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 dan UU 17/2003 tentang Keuangan Negara mengenai batas maksimal defisit APBN, juga merupakan langkah yang strategis dan tepat dalam menghadapi tantangan.

Dia menuturkan, pemerintah akan terus melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan yang efisien, sumber pembiayaan yang aman, dan pendalaman pasar obligasi dalam negeri yang mampu menjaga stabilitas instrumen obligasi negara secara berkelanjutan.

"Koordinasi bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS akan terus diperkuat dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global yang makin menantang," ujarnya.

Pada 2023, pemerintah bakal menarik utang Rp693 triliun. Angka ini menurun jika dibandingkan target pembiayaan utang dalam APBN 2022 yang mencapai Rp870,5 triliun maupun outlook tahun ini sebesar Rp757,6 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per akhir Juni 2022 sebesar Rp7.123,62 triliun dengan rasio 39,56 persen dari PDB. Angka itu naik Rp121 triliun dari posisi bulan sebelumnya senilai Rp7.002 triliun.

Menlansir Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023, pembiayaan utang tahun depan menurun karena kondisi perekonomian diperkirakan semakin membaik. Meski demikian, perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, antara lain akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang berimbas pada naiknya harga komoditas energi dan pangan, serta supply disruption yang menimbulkan inflasi di beberapa negara.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut