Stunting Berdampak Kurangi 3 Persen PDB, Wapres: Kita Harus Investasi pada Program Gizi

Dita Angga ยท Selasa, 14 Desember 2021 - 11:13:00 WIB
 Stunting Berdampak Kurangi 3 Persen PDB, Wapres: Kita Harus Investasi pada Program Gizi
Wakil Presiden Ma`ruf Amin. (Foto: Setwapres)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, mengatakan bahwa investasi pada program gizi harus dilakukan untuk mempercepat penurunan angka stunting (gizi buruk). Pasalnya, stunting berdampak mengurangi sekitar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Kita harus berinvestasi pada intervensi gizi sejak sekarang.  Investasi ini adalah kunci yang akan membentuk masa depan bangsa kita,” katanya saat membuka Forum Nasional Stunting 2021, Selasa (14/12/2021).

Saat ini, lanjutnya, angka stunting di Indonesia masih sebesar 27 persen. Untuk itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta semua pihak terkait perlu mendorong percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. 

Menurut dia, setiap 1 dolar Amerika Serikat (AS) yang diinvestasikan pada program gizi, dapat menghasilkan keuntungan berpuluh kali lipat. “Sebaliknya, studi Bank Dunia menunjukkan bahwa kerugian akibat stunting dan kekurangan gizi akan berdampak pada pengurangan sedikitnya 3 persen PDB negara,” ujar Ma'ruf Amin.

Wapres mengatakan, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak. Tidak hanya komitmen di tingkat pusat, upaya advokasi komitmen pemerintah daerah juga harus optimal.

“Tahun ini, seluruh Bupati dan Wali Kota dari 514 kabupaten/kota telah menandatangani komitmen bersama untuk melakukan percepatan penurunan stunting di daerah. Komitmen ini harus tetap dijaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaannya di daerah,” ungkap Ma'ruf Amin.

Kemudian kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program penurunan stunting hingga ke tingkat desa/kelurahan. Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, atau hanya dari unsur pemerintah pusat saja. 

"Upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan,” tutur Ma'ruf Amin.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: