Tak Ada PSBB Transisi, Mendag Sebut Ada Potensi Pandemi PHK di Ritel Modern

Aditya Pratama ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 19:26 WIB
Tak Ada PSBB Transisi, Mendag Sebut Ada Potensi Pandemi PHK di Ritel Modern

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pusat perbelanjaan atau mal akhirnya bisa kembali beroperasi secara terbatas setelah tutup sementara selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Per 15 Juni, mal di wilayah Ibu Kota sudah beroperasi di masa PSBB transisi.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pembukaan ini menjadi angin segar bagi ritel modern. Pasalnya, ritel modern telah merugi signifikan akibat penerapan PSBB. Dengan adanya PSBB transisi, pusat perbelanjaan harus dibuka untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.

"Sendi-sendi perjuangan ini harus jalan. Kita tidak boleh terpuruk terus, salah satunya membuka ritel modern atau pusat perbelanjaan dengan mengedepankan protokol kesehatan kita harus lakukan semuanya karena arahan dari Pak Presiden, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus diprioritaskan," ujar Agus dalam acara Special Dialogue IDX Channel, Kamis (25/6/2020).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyadari pengoperasian mal belum bisa 100 persen kembali normal karena masih berada di masa PSBB transisi. Namun, jika hal ini sama sekali tidak dilakukan, sektor ritel modern akan mengalami kesulitan berlebih.

"Berdasarkan data saat ini sudah terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tenaga kerja memang belum signifikan tapi jangan sampai jadi pandemi PHK. Itulah yang harus kita buka pusat perbelanjaan sekarang karena sekarang ini banyak beberapa PHK sekitar 0,5 sampai 6 persen, kemudian perbelanjaan agak turun revenue-nya biasanya sekitar 30 sampai 40 persen ternyata berkurang," kata dia.

Agus menyebut, dengan dibukanya kembali mal, antusias dari masyarakat cukup tinggi karena selama tiga bulan belakangan berkegiatan dari rumah, baik itu bekerja, belanja dan belajar. "Nah ini kita harus buka sedikit sehingga situasi sekarang bisa kembali normal dengan berapa tahapan," ucap Agus.

Editor : Ranto Rajagukguk