Tekan Dampak Eskternal, Menkeu Pacu Investasi hingga Ekspor

Ade Miranti Karunia Sari ยท Senin, 13 Agustus 2018 - 15:19:00 WIB
Tekan Dampak Eskternal, Menkeu Pacu Investasi hingga Ekspor
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan hari ini menembus level Rp14.600 per dolar Amerika Serikat (AS) terimbas krisis keuangan Turki. Untuk itu, pemerintah akan memacu kegiatan ekonomi sehingga dampak eksternal bisa diminimalkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan bekerja keras untuk menarik para investor asing, meningkatkan konsumsi yang memacu pertumbuhan ekonomi, serta mendongkrak ekspor.

"Untuk Indonesia sendiri di minggu ini sebetulnya dari sisi good news-nya adalah, pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II cukup kuat, itu didorong oleh konsumsi. Kita tetap mengatakan investasi dan ekspor perlu dipacu," katanya saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Kemudian, pemerintah akan terus mengamati dari neraca pembayaran serta mengidentifikasi apabila ada sektor yang dianggap rapuh atau berpengaruh besar terhadap dinamika global. Pengaruh rupiah yang melemah diakui bakal mempengaruhi penjualan obligasi pemerintah.

Namun, pihaknya tetap berfokus mengendalikan situasi dalam negeri dengan mendorong penjualan sukuk ritel. "Karena ini memperbaiki dari daya tahan pembiayaan APBN kita. Oleh karena itu, instrumen ritel kita sifatnya relatif jangka menengah di atas 2 sampai 3 tahun menjadi penting akan kita kembangkan," ujarnya.

Bank Indonesia (BI) hingga Senin (13/8/2018) siang mengaku melakukan intervensi di pasar valas guna meredam tekanan global yang melemahkan nilai tukar rupiah hingga ke level psikologis baru di Rp14.600 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan, otoritas moneter terus mencermati tekanan ekonomi global yang datang. Untuk mengantisipasi tekanan yang bisa saja semakin kuat, BI bersiap menjalankan dual intervensi dengan stabilisasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"BI stabilisasi di pasar valas. Sejauh ini (tekanan) masih bisa dikendalikan, sedang kita upayakan," ujar Nanang.

Untuk stabilisasi pasar finansial domestik, BI biasanya melakukan intervensi di pasar valas, dan membeli Surat Berharga Negara (SBN). Hal itu merupakan langkah yang kerap disebut BI sebagai intervensi ganda.

Editor : Ranto Rajagukguk

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda