Tekan Impor, Faisal Basri Minta Pemerintah Gunakan Pendekatan Ekonomi-Politik ke Pertani

Aditya Pratama · Jumat, 22 Mei 2020 - 17:15 WIB
Tekan Impor, Faisal Basri Minta Pemerintah Gunakan Pendekatan Ekonomi-Politik ke Pertani

Ekonom Senior Faisal Basri. (Foto: SINDO_

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri meminta pemerintah menakan importasi produk pangan. Pasalnya, hal itu hanya menguntungkan importir.

Agar tidak terus menerus ketergantungan impor, Faisal meminta agar pemerintah menggunakan pendekatan pertanian tidak sekadar teknis, melainkan juga pendekatan ekonomi politik.

"Pendekatan pertanian tidak sekadar pendekatan teknis mikro makro tapi juga pendekatan ekonomi politik. kita harus libas kekuatan-kekuatan pemburu rente yang pada akhirnya merugikan petani," ujar Faisal dalam diskusi daring, Jumat (22/5/2020).

Dia mencontohkan impor gula Indonesia yang terus meroket. Padahal, Indonesia pernah mendapatkan predikat sebagai eksportir gula ternama pada zaman kolonial hingga tahun 1967, namun sejak tahun 2016 menjadi importir gula terbesar di dunia.

"Keuntungan yang diambil dari importir gula ternyata cukup tinggi di mana para riders atau importir gula rafinasi meraup keuntungan setidaknya Rp4 triliun setiap tahun," kata dia.

Faisal pun khawatir jika nantinya komoditas kopi Tanah Air akan bergantung pada impor, di mana pada tahun 2018 Indonesia mengimpor 73.000 ton yang sebagian besar berasal dari Vietnam. Hal itu dikarenakan industri pengolahan kopi tidak butuh kopi berkualitas

"Produktivitas kopi kita (Indonesia) hanya 600-700 kg rata-rata nasional, sementara di Vietnam sudah 3 ton per hektare. Jadi, sekarang Vietnam merupakan eksportir nomor 2 terbesar di dunia, Indonesia terpuruk," ucap Faisal.

Editor : Ranto Rajagukguk