Covid-19 Momen bagi Indonesia keluar dari Ketergantungan Impor Alat Kesehatan

Antara ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 00:05 WIB
Covid-19 Momen bagi Indonesia keluar dari Ketergantungan Impor Alat Kesehatan

Wabah virus corona (Covid-19) menjadi momentum bagi Indonesia keluar dari ketergantungan alat kesehatan yang mencapai 90 persen. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Wabah virus corona (Covid-19) menjadi momentum bagi Indonesia keluar dari ketergantungan alat kesehatan. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham A Habibie.

"Pandemi COVID-19 ini sangat kelihatan bahwa alat kesehatan adalah salah satu industri strategis dan sangat fundamental. Ada tren untuk menurunkan, mengurangi globalisasi dan memperkuat lokal," ujar Ilham dalam diskusi daring di Jakarta.

Dia menuturkan, dalam keadaan Covid-19 ini hampir aktivitas ekspor dan impor tidak berjalan dengan baik, dan tidak ada banyak alternatif kerja sama dengan negara lain untuk mendapatkan alat kesehatan.

"Kita yang harus membuat sendiri, ada ventilator dan alat lain. Saya kira itu contohnya," kata Ilham.

Dia mengharapkan ada keseimbangan antara barang impor dan lokal dalam industri sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor. Setidaknya sekitar 90 persen komponen alat kesehatan masih diimpor.

"Mempunyai satu ketahanan nasional di bidang yang dianggap strategis atau hal yang fundamental harus menjadi fokus dan diseriuskan. Salah satunya mencakup hal-hal alat kesehatan," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan (Aspaki), Ahyahuddin Sodri menyatakan terdapat tiga hal untuk mendukung pengembangan ventilator di dalam negeri, yakni komprehensif, terstruktur, dan keberlanjutan.

"Itu diperlukan dalam rangka pengembangan industri alat kesehatan dari hulu sampai hilir," katanya.

Sodri meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan namun juga perlu melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, hingga instansi pemerintah terkait produksi alat kesehatan sehingga berkelanjutan. "Saat ini, pengembangan industri, termasuk alat kesehatan selalu terhambat kebijakan yang selalu berubah jika pemimpinnya berubah," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani