Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke Rp16.740 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Tembus 62 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Surplus 4,10 Miliar Dolar AS di Juni 2025

Jumat, 01 Agustus 2025 - 10:29:00 WIB
Tembus 62 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Surplus 4,10 Miliar Dolar AS di Juni 2025
ilustrasi neraca dagang RI di Juni 2025 surplus 4,10 miliar dolar AS. (dok. Pelindo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar 4,10 miliar dolar AS pada Juni 2025. Hal ini menjadikan nilai surplus 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Surplus pada Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar 5,22 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers Rilis BPS, Jumat (1/8/2025).

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar 1,11 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Secara kumulatif Januari hingga Juni 2025 atau semester I 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 19,48 miliar dolar AS.

"Surplus sepanjang Januari hingga Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar 28,31 miliar dolar AS. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 8,83 miliar dolar AS," ungkap Pudji.

Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat 8,57 miliar dolar AS, India 6,59 miliar dolar AS dan Filipina 4,40 miliar dolar AS.

Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -9,73 miliar dolar AS, Singapura -3,09 miliar dolar AS dan Australia -2,66 miliar dolar AS

Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat 9,92 miliar dolar AS, India 6,64 miliar dolar AS dan Filipina 4,36 miliar dolar AS.

Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -10,69 miliar dolar AS, Australia -2,30 miliar dolar AS dan Brazil -0,83 miliar dolar AS.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut