Terangi Papua dan Papua Barat, PLN Kembangkan Pembangkit Piko Hidro
JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) fokus mengembangkan pembangkit listrik tenaga piko hidro (PLTPH) guna menerangi Provinsi Papua dan Papua Barat. Pembangkit berkapasitas sangat kecil tersebut dinilai cocok dikembangkan berdasarkan hasil survei pemetaan sistem kelistrikan di Bumi Cendrawasih itu.
Kepala Divisi Konstruksi Regional Maluku dan Papua PLN Robert Aprianto Purba menjelaskan, PLTPH merupakan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas sangat kecil, yakni 1-100 KWH. Jauh di bawah cara kerjanya, air yang telah dibendung dialirkan ke dalam bak penampung yang berisi turbin sehingga aliran air akan memutar turbin tersebut.
Selanjutnya turbin akan memutar generator yang pada akhirnya menghasilkan listrik. "Piko Hidro hanya butuh ketinggian air 1-3 meter dan debit 30 liter per detik. Jadi cocok digunakan di daerah terpencil," kata Robert dalam keterangannya Senin (14/10/2019).
Keunggulan lainnya, lanjut Robert, biaya investasi PLTPH pun tergolong murah, yakni sekitar Rp30 juta per unit dengan biaya pemeliharaan yang minimum dan tidak memerlukan biaya bahan bakar.
"Piko Hidro ini pun mudah dirakit dan dioperasikan serta bisa beroperasi selama 24 jam sesuai dengan debit air. Teknologi ini membuatnya cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang memiliki debit air yang sesuai," katanya.
Berkat PLTPH berdaya 1 kWh yang memanfaatkan aliran air sungai Wapra itu, maka 37 rumah di Kwaedamban kini bisa menikmati terang di waktu malam.
"Itulah manfaat dari survei Ekspedisi Papua Terang, memetakan sumber pembangkit yang cocok untuk setiap desa di Papua. Dengan demikian, pembangkit yang kami bangun bisa sesuai dengan karakteristik alam setempat sehingga diharapkan dapat bertahan dalam jangka panjang," katanya.
Sebagai informasi, dibandingkan 32 provinsi lain di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat masih tertinggal. Sesuai data yang dipaparkan Direktur Bina Program Kelistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman S, untuk mencapai rasio desa berlistrik (RDB) 100 persen di Provinsi Papua dan Papua Barat pada 2020, masih ada 414 desa dengan 78.000 rumah yang harus dilistriki.
PLN berencana mengakhiri kegelapan malam di Papua dengan melistriki 1.724 desa di sana. Dengan demikian, target besarnya, pada akhir 2020, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,9 persen.
Editor: Ranto Rajagukguk