Terdampak Covid-19, Apindo Minta Stimulus Modal Kerja ke Pemerintah

Djairan ยท Senin, 01 Juni 2020 - 20:12 WIB
Terdampak Covid-19, Apindo Minta Stimulus Modal Kerja ke Pemerintah

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan stimulus modal kerja bagi sektor usaha dan industri swasta. Pasalnya, dampak virus corona (Covid-19) berpengaruh besar terhadap kinerja usaha.

"Tambahan modal kerja yang diharapkan dunia usaha ini terkait defisit arus kas perusahaan selama masa pandemi Covid-19. Kita berharap pemerintah, melalui OJK memberikan stimulus terkait penambahan modal kerja itu," ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam diskusi via online, Senin (1/6/2020).

Hariyadi mengatakan, jika usulan tersebut direalisasikan pemerintah diharapkan modal kerja diberikan kepada semua sektor usaha terdampak Covid-19. Dia juga menyampaikan, stimulus tersebut agar diberikan selama satu tahun.

Sebab, pelaku usaha tengah mengalami tekanan saat ini dan ke depannya, sebelum aktivitas perekonomian benar-benar pulih kembali. “Kita berharap yang diberikan tidak hanya bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tapi untuk semua lini produksi dan penjualan. Sebab, produk manufaktur tidak dapat dikomersialisasikan tanpa penjualan,” kata Hariyadi.

Tak hanya itu,  Apindo mengusulkan agar diberikan subsidi bunga agar sesuai dengan suku bunga BI-7DRR sebesar 4,5 persen. Pelaku usaha juga meminta adanya penurunan tarif listrik dan gas industri, yakni berupa relaksasi pembayaran listrik dan gas selama 90 hari setelah jatuh tempo, dan penghapusan beban minimal dalam penggunaanya.

Selanjutnya, Hariyadi berharap, agar pemerintah memberikan penangguhan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama 90 hari, serta berharap agar adanya percepatan waktu restitusi pajak.

Hariyadi menyebut, sudah saatnya aktivitas perekonomian mulai berdampingan dengan Covid-19. Sebab, jika perekonomian tidak berjalan kembali, maka situasi lebih buruk tak akan dapat dihindari.    

Editor : Ranto Rajagukguk