Terendah Sejak 1998, Ekonomi Malaysia Minus 17,1 Persen pada Kuartal II

Djairan · Jumat, 14 Agustus 2020 - 13:36:00 WIB
Terendah Sejak 1998, Ekonomi Malaysia Minus 17,1 Persen pada Kuartal II
Ekonomi Malaysia mengalami kontraksi terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1998 lalu. (Foto: Ist)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Ekonomi Malaysia mengalami kontraksi terbesar sejak krisis keuangan Asia pada 1998 lalu. Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Jiran itu terkontraksi atau minus 17,1 persen pada kuartal II 2020 (April-Juni) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Negara Malaysia (BNM) mengumumkan pada Jumat. Sebelumnya pada kuartal I 2020 (Januari-Maret) ekonomi Negeri Jiran itu masih positif dengan pertumbuhan 0,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sedangkan secara kuartal ke kuartal (qtq) ekonomi Malaysia tercatat minus 16,5 di kuartal II tahun ini, itu adalah kontraksi triwulanan kedua berturut-turut dan menjadi definisi teknis dari resesi.

Kondisi saat ini menjadi kontraksi PDB pertama sejak triwulan ketiga 2009, dan penurunan paling tajam sejak triwulan keempat tahun 1998. Hal tersebut mencerminkan dampak negatif dari langkah-langkah ketat pembatasan penyebaran virus corona oleh pemerintah Malaysia, yang menekan angka konsumsi dalam negeri dan ekspor.

Melansir Bloomberg Jumat (14/8/2020), data BNM menunjukkan nilai ekspor minus 21,7 persen yoy pada kuartal II 2020, belanja konsumen juga minus 18,5 persen. Sedangkan industri jasa turun 16,2 persen, manufaktur juga turun 18,3 persen dan konstruksi anjlok 44,5 persen.

Sementara itu, perekonomian Malaysia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di akhir Juni lalu. Produksi manufaktur dan pertumbuhan penjualan berubah positif di bulan Juni, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,9 persen.

"Kami optimis dengan hati-hati bahwa kondisi ekonomi terburuk akan bisa terlewati. Sementara perkiraan pertumbuhan tahun ini terpaksa direvisi, karena pandemi berdampak lebih besar pada permintaan global daripada yang diasumsikan sebelumnya, dan lockdown yang diperpanjang,” ujar Gubernur BNM Nor Shamsiah Mohd Yunus.

Data yang menunjukkan pukulan parah pada perekonomian Malaysia membuat BNM merevisi pertumbuhan tahun 2020. Pihak bank sentral memperkirakan ekonomi akan terkontraksi 3,5-5,5 persen tahun ini, dibandingkan dengan kisaran pertumbuhan sebelumnya pada angka 0,5 hingga minus 2 persen.    


Editor : Ranto Rajagukguk