Tiga Tahun Berturut-Turut, Tax Ratio Indonesia Tertinggal dari Singapura dan Malaysia

Suparjo Ramalan · Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:38:00 WIB
 Tiga Tahun Berturut-Turut, Tax Ratio Indonesia Tertinggal dari Singapura dan Malaysia
Halim Alamsyah

JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah, mengatakan selama tiga tahun berturut-turut tax ratio Indonesia tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, bahkan Thailand, dan Filipina. 

Halim membeberkan indikator ekonomi Indonesia tercatat masih tertinggal jauh dengan negara-negara lainnya. Kondisi tersebut diukur dari kacamata fiskal

"Bagaimana posisi Indonesia baik dari kacamata ekonomi politik dan sosial, jadi saya hanya menggunakan beberapa indikator penting saja. Dalam konteks kondisi ekonomi, saya menggunakan posisi fiskal karena inilah salah satu kebijakan makro ekonomi yang paling sering diributkan baik secara politik dan sosial," ujar Halim dalam Webinar, Sabtu (1/5/2021). 

Sejak 2018-2020, lanjutnya, kinerja tax ratio atau rasio pajak Indonesia tercatat masih rendah dibandingkan negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, hingga Eropa Barat. 

Dalam kurun waktu tersebut tax ratio Indonesia stagnan di angka 10-12 persen. Sementara, Singapura mencatatkan di level 13-14 persen. Sedangkan, Malaysia 12-15 persen, Philipina 17-18 persen, Thailand 17-17,5 persen, dan tertinggi adalah Eropa Barat yakni 41 persen.

"Kita melihat ternyata Indonesia boleh dibilang hanya bisa dibandingkan dengan posisi tingkat pajak atau tax ratio kita, itu dekat dengan Singapura, tapi Singapura jangan lupa, mereka adalah negara kepulauan, penduduknya sedikit, dan basisnya adalah perdagangan. Sementara kita Indonesia yang paling renda sekarang ini," kata Halim. 

Proses memobilisasi dana masyarakat tersebut, lanjut Halim, penting untuk dibahas. Karena menyangkut dengan proses demokrasi Indonesia. Artinya, kemampuan suatu negara dalam memobilisasi dana masyarakatnya tercermin dari kemampuan suatu negara tersebut mengambil pajak.

"Saya mencoba membandingkan antara Indonesia, Eropa Barat, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Filipina itu sudah jauh meninggalkan kita dalam konteks memobilisasi dana dari masyarakat melalui sistem pajak. Kita hanya 10-20 persen, ketika saya masih muda, masih baru belajar ilmu ekonomi, itu tax ratio kita sekitar yang sekarang ini, jadi tidak ada perubahan sama sekali," tutur Halim. 

Editor : Jeanny Aipassa