Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk RI Turun per September 2025, Kota Penyumbang Terbesar
Advertisement . Scroll to see content

Tingkat Ketimpangan RI Terus Menurun Sejak 2015, Begini Artinya

Selasa, 15 Januari 2019 - 20:38:00 WIB
Tingkat Ketimpangan RI Terus Menurun Sejak 2015, Begini Artinya
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

Per September 2018, pengeluaran 40 persen terbawah dan 40 persen menengah naik masing-masing 3,55 persen dan 3,4 persen. Sementara 20 persen teratas naik 1,28 persen.

Suhariyanto mengatakan, kenaikan pengeluaran yang lebih cepat pada kelompok terbawah dan menengah disebabkan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Sepanjang Maret-September 2018, inflasi hanya 0,94 persen. Hal ini terlihat dari turunnya harga beberapa komoditas pokok seperti beras (3,28 persen), daging sapi (0,74 persen), minyak goreng (0,92 persen), dan gula pasir (1,48 persen).

Dari sisi daerah, ketimpangan perkotaan tetap lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Di kota, rasio gini mencapai 0,391 sementara di desa tercatat 0,319. Meski begitu, tren ketimpangan di kota menunjukkan penurunan sementara di desa cenderung fluktuatif.

Dari sisi provinsi, ada sembilan provinsi yang ketimpangannya di atas nasional. Yang tertinggi masih dipegang oleh DI Yogyakarta 0,422, diikuti oleh Gorontalo 0,417, Jawa Barat 0,405, Papua 0,398, dan Sulawesi Tenggara 0,392.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut