Tol Cisumdawu Diharap Tingkatkan Peminat Bandara Kertajati

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 07 Juli 2019 - 11:03 WIB
Tol Cisumdawu Diharap Tingkatkan Peminat Bandara Kertajati

Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) tengah dikebut pembangunannya. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) tengah dikebut pembangunannya. Pasalnya, jalan ini dapat memperkuat aksesibilitas Bandara Kertajati.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, diharapkan jalan tol ini dapat menarik masyarakat untuk menggunakan Bandara Kertajati. Sebab, letak bandara ini cukup jauh dari kota-kota besar di Jawa Barat.

"Harapannya begitu," ujarnya saat dihubungi iNews.id melalui pesan singkat, Minggu (7/7/2019).

Menurut dia, aksesibilitas dari dan ke Bandara Kertajati ini sangat diperlukan untuk menarik pengunjung daripada hal lainnya. Lantaran untuk menuju bandara ini dari Bandung membutuhkan waktu sekitar 2,5-3 jam untuk sekali jalan.

"Yg utama itu aksesibilitas. Kalo tarif pesawat relatif," ucapnya.

Dengan adanya bandara ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan dari Bandung menjadi 45 menit. Namun, pembangunan jalan tol ini saja tidak cukup, pemerintah harus menopang dengan menyediakan angkutan umum ke ke daerah sekitar.

"Tersedia angkutan umum bandara dari kota-kota terdekat," kata dia.

Namun untuk memangkas waktu perjalanan menuju bandara hingga setengahnya, masyarakat Bandung harus menunggu hingga akhir 2020. Hingga kini progres pembangunan jalan tol Cisumdawu seksi I dan II baru 50,62 persen.

Sementara pemerintah masih perlu melakukan pembebasan lahan seksi I Cileunyi-Rancakalong baru 68,53 persen dan konstruksi 32,1 persen. Seksi II Fase II Ciherang-Sumedang pembebasan lahannya 92,2 persen dan konstruksi 69,14 persen.

Kemudian seksi III-VI masih belum banyak kemajuan, bahkan lahan untuk seksi IV dan V saat ini belum ada yang dibebaskan. Belum lagi pengerjaan jalan tambahan sepanjang 4 km di luar Cisumdawu yang akan dikoneksikan ke Bandara Kertajati.

Padahal proyek ini sudah dimulai sebelum era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yaitu pada 2005 lalu. Sejak awal memang jalan tol ini ditujukan untuk menopang aksesibilitas Bandara Kertajati yang saat itu tengah dibangun dan ditargetkan rampung pada 2014.


Editor : Ranto Rajagukguk