Tolak Campur Tangan China, Donald Trump Ancam Batalkan Kesepakatan TikTok

Djairan ยท Selasa, 22 September 2020 - 10:38:00 WIB
Tolak Campur Tangan China, Donald Trump Ancam Batalkan Kesepakatan TikTok
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Antara)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membatalkan persetujuannya atas kerja sama TikTok di AS jika perusahaan induknya ByteDance masih memegang kendali penuh aplikasi tersebut. Trump bersikeras agar Oracle dan Walmart menjadi pemilik mayoritas dalam kesepakatan itu.

“Oracle dan Walmart harus memiliki kendali penuh atas TikTok. Jika kami menemukan dua perusahaan Amerika tidak menjadi pemilik utama, maka kami tidak akan menyetujui kesepakatan itu," ujar Trump dikutip dari Reuters pada Selasa (22/9/2020).

Dalam kerja sama, ByteDance, Oracle dan Walmart serta pemerintah AS sepakat untuk membentuk perusahaan baru, TikTok Global yang berbasis di AS dan akan menguasai sebagian besar operasi TikTok di seluruh dunia. Pada Senin, ByteDance mengklaim akan memiliki 80 persen saham TikTok Global dan akan menjadikannya anak perusahaan.

Berbeda dengan klaim Oracle dan Walmart, yang mengatakan akan meningkatkan kepemilikan di TikTok Global dari yang semula hanya sebesar 12,5 persen dan 7,5 persen. Pada Senin, Oracle mengatakan kepemilikan ByteDance atas TikTok akan didistribusikan kepada investor AS, dan perusahaan asal China itu tidak akan menjadi pemegang saham mayoritas di TikTok Global.

Sementara itu, pejabat AS masih menyuarakan keprihatinan terkait data pribadi sebanyak 100 juta pengguna TikTok di Amerika yang diteruskan ke tangan pemerintahan komunis China. Atas dasar itu Trump ingin perusahaan AS membeli TikTok, tetapi permasalahanya masih tersandung pertanyaan apakah Bytedance akan mempertahankan saham mayoritas di perusahaan baru tersebut.

“Jika tidak sesuai, kami bisa memotong kesepakatan itu. Kami harus memiliki keamanan total. Itu satu-satunya yang sangat penting dalam kesepakatan itu, saya ulangi kita harus memiliki keamanan total,” kata Trump.  


Editor : Ranto Rajagukguk