Transformasi Pertanian, Perhepi Soroti 70 Persen Petani Lulusan SD

Muhammad Aulia ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 22:59 WIB
Transformasi Pertanian, Perhepi Soroti 70 Persen Petani Lulusan SD

Ilustrasi. (Foto: Kementan)

JAKARTA, iNews.id - Kesejahteraan petani nasional masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut tak terlepas dari lemahnya perkembangan sumber daya di sektor pertanian nasional.

Atas dasar tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Hermanto Siregar mengatakan pentingnya transformasi pertanian. Untuk itu, dia menjabarkan apa saja yang diperlukan agar transformasi tersebut dapat terlaksana.

"Infrastruktur pertanian dan sistem logistik pangan harus dikembangkan secara memadai, perlu dukungan penerapan teknologi, dan ketersediaan SDM yang berkualitas," ucap Hermanto dalam Seminar Nasional Ekonomi Pertanian di ITS Tower, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Namun demikian, Hermanto menyatakan, ada berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam mentransformasi sektor pertanian nasional. Hal pertama yang menjadi sorotan adalah usia para petani nasional saat ini yang sudah lanjut.

"Di tahun 2020, petani kita hanya tamat SD (Sekolah Dasar) sekitar 70 persen," ucap Hermanto.

Menurut dia, dua faktor tersebut membuat produktivitas pertanian relatif rendah dan kurang memiliki keterampilan lain yang memadai untuk mengolah hasil pertanian menjadi punya nilai tambah.

Selain itu, Hermanto juga menyoroti jumlah penyuluh pertanian Indonesia yang cenderung menurun. Dia menyebutkan, pada 2013 jumlah penyuluh pertanian Indonesia mencapai 28.494 orang, namun menurun hingga berjumlah 25.738 orang pada 2018.

"Sementara tugas penyuluhan yang dialihkan ke Pemda terkesan kurang efektif," tutur Hermanto.

Editor : Ranto Rajagukguk