Tutup Jiwasraya dan Siapkan Perusahaan Baru, Ini Persiapan Erick Thohir

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 14:15 WIB
Tutup Jiwasraya dan Siapkan Perusahaan Baru, Ini Persiapan Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) karena kesulitan membayar utang klaim polis nasabahnya. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membubarkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) karena kesulitan membayar utang klaim polis nasabahnya. Untuk itu, akan ada perusahaan asuransi baru di bawah holding asuransi. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, utang Jiwasraya jauh lebih besar daripada asetnya. Karena itu, langkah Kementerian BUMN untuk membubarkan perusahaan pelat merah tersebut merupakan jalan terbaik dari setiap opsi yang ada.

Sementara itu, rencana pembentukan perusahaan asuransi baru sangat memungkinkan karena berada di bawah holding. Dengan begitu, pengawasan dan arus kas dipastikan jauh lebih baik.

"Aset sudah kalah dengan utangnya (Jiwasraya), maka dibentuk perusahan baru yang masuk dalam holding asuransi, karena Jiwasraya masuk asuransi, tidak masuk anak perusahaan holding asuransi," ujar Arya saat dihubungi iNews.id, Jakarta, Selasa (14/7/2020). 

Arya mengungkapkan, seluruh aset Jiwasraya akan diambil alih oleh perusahaan asuransi baru, termasuk nasabahnya. Keputusan itu disiapkan setelah seluruh utang dan bunganya direstrukturisasi.

"Nantinya membeli asetnya Jiwasraya juga akan mengambil alih nasabahnya yang sudah direstrukturisasi utang dan bunganya, baru dimasukkan ke perusahaan baru tersebut," ujar dia. 

Arya menilai, pembentukan perusahaan asuransi yang baru menjadi hal yang paling memungkinkan mengingat berada di bawah holding BUMN asuransi. Holding akan memasok dana untuk penambahan anggaran dan perusahaan mengelola nasabah.

Saat ini, lanjut Arya, Kementerian BUMN tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, salah satunya Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menangani secara langsung kasus Jiwasraya. Dalam koordinasi, kata dia, terdapat opsi dan masukan yang dapat ditampung oleh Kementerian BUMN. Setelah itu barulah ditetapkan nama dan bentuk perusahan BUMN yang baru. 

"Kita minta persetujuan dari pihak terkait, kita koordinasi Panja Jiwasraya, kalau nanti sudah selesai baru dimulai," ujar dia. 

Editor : Ranto Rajagukguk