UMKM Indonesia Sabet Penghargaan Best New Product di New York Now 2019 

Rully Ramli · Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:28 WIB
UMKM Indonesia Sabet Penghargaan Best New Product di New York Now 2019 

Produk kerajinan furnitur Indonesia menjadi pemenang kategori Best New Product pada pameran dagang dan kriya terbesar di New York Now (NYNOW) 2019. (Foto: Dok. KJRI New York)

JAKARTA, iNews.id - Produk kerajinan furnitur Indonesia menjadi pemenang kategori Best New Product pada pameran dagang dan kriya terbesar di Amerika Utara, New York Now (NYNOW) 2019 yang berlangsung dari 10-13 Agustus 2019 di Javits Center New York. 

Produk kerajinan furnitur Merapi Lounge Chair yang memenangkan penghargaan bergengsi ini didesain dan diproduksi oleh Djalin, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) furnitur rotan alami dan sintetis dari Bandung yang dipimpin oleh Dimas Wibisono dan Sita Fitriana. 

Terinspirasi dari keharmonisan spiritual keraton Yogyakarta dengan rakyatnya melalui kekayaan budaya dan warisan leluhur, Djalin merangkai kepemimpinan keraton yang memadukan manusia dan alam lingkungannya tersebut melalui produk kursi lounge kontemporer berbingkai kayu dengan jalinan rotan alami.

Acting Konsul Jenderal RI New York Yohannes Jatmiko mengatakan, sebelumnya terdapat lima produk UMKM Indonesia yang terpilih sebagai finalis Best New Product. Pencapaian Best New Product ini merupakan untuk kedua kalinya bagi Indonesia. Tahun lalu, Indonesia memenangkan kategori Best New Product dengan produk batik indigo yang diciptakan oleh pengrajin Galeri Batik Jawa dari Yogyakarta,

“Hal ini membuktikan bahwa produk kerajinan Indonesia digemari di AS dan punya potensi besar untuk penetrasi pasar kriya AS dan global. Selain itu, Indonesia dalam dua tahun terakhir merupakan finalis untuk kategori produk ramah lingkungan,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (15/8/2019).

Partisipasi Djalin didukung oleh Bekraf dan merupakan bagian dari entitas ‘Paviliun Indonesia’ yang tahun ini mengusung 18 perusahaan kriya dari berbagai daerah di Indonesia didukung oleh KJRI New York, Bekraf, Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tahun ini, paviliun Indonesia memadukan karya-karya pengrajin Indonesia yang menggabungkan nilai-nilai tradisional Indonesia dengan sentuhan kontemporer yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar AS. Produk yang dikembangkan bervariasi mulai dari perhiasan, travel goods, fashion, hingga furnitur serta home dekor dari kayu, bambu, rotan. 

Delapan belas pengrajin tersebut yaitu Kayou (Banten), Indorisakti (Yogjakarta), Studio Dapur (Bandung), Kana Goods (Banten), Djalin (Bandung), Duanyam (Jakarta), Rengganis (Bandung), Sackai Bags (Jakarta), Satori Rattan (Cirebon), Bantal Cantik Alisya (Sumatera Selatan), Bahalap (Kalimantan Timur), Semomondeezy (Jakarta), Krema/Khalkote Permai (Papua), Nahdi Jewelry (Jakarta), Batik Chic (Jakarta), Nancy Craft (Jakarta), Kanipara (Bali), dan Galeri Batik Jawa (Yogjakarta).  

“Pasar home dekoor AS merupakan pasar yang sangat besar dan menjanjikan bagi pengrajin/UKM Indonesia, keikutsertaan Indonesia di NYNOW melalui proses pelatihan, kurasi dan persiapan yang cukup panjang selama enam bulan sejak Februari 2019 dengan melibatkan konsultan AS dan berbagai instansi pembina UMKM/Pengrajin di Indonesia didesain untuk memperkuat market readiness para UKM Indonesia sehingga mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain di pasar AS,” ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk