Vaksin Covid-19 Berpeluang Diproduksi Tahun Ini

Muhammad Aulia ยท Selasa, 28 April 2020 - 10:50 WIB
Vaksin Covid-19 Berpeluang Diproduksi Tahun Ini

Vaksin. (Foto: ilustrasi/AFP)

LONDON, iNews.id - Virus corona (Covid-19) yang terus memakan korban membuat berbagai lembaga berlomba mengembangkan vaksin. Produksi anti virus SARS Cov-2 berpeluang diproduksi pada tahun ini, namun terbatas untuk kelompok berisiko tinggi seperti tenaga medis.

Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) yang didirikan oleh Bill & Melinda Gates Foundation saat ini tengah mengerjakan sembilan proyek pengembangan vaksin corona. Lembaga ini sebelumnya menyatakan vaksin baru bisa tersedia antara 12-18 bulan. Target waktu itu pun tergolong ambisius.

Kepala CEPI, Richard Hatchett mengatakan, perkiraan tersebut tak memasukkan beberapa faktor seperti kerja sama antar perusahaan yang mempercepat proses penemuan, pengujian kepada manusia yang lebih singkat, dan faktor lain.

"Ini yang kami tengah cermati sebagai kesempatan yang mungkin bisa mendorong penemuan vaksin lebih cepat daripada 12-18 bulan yang pernah kami diskusikan," kata Hatchett dilansir Bloomberg, Selasa (28/4/2020).

Sejumlah perusahaan seperti Sanofi, Johnson & Johnson, dan Moderna kini tengah berupaya mengembangkan vaksin bagi virus yang kini menginfeksi hampir tiga juta orang itu.

Bahkan, tim dari Universitas Oxford yang dipimpin oleh Profesor Vaksinologi, Sarah Gilbert sedang melakukan uji vaksin atas manusia yang diperkirakan selesai hasilnya pada September 2020.

Hatchett tak ingin menjanjikan apa pun, namun sejumlah proyek vaksin yang dikerjakan CEPI siap masuk pengujian tahap kedua kepada manusia sekitar Juni 2020. Jika terbukti aman dan efektif, vaksin ini bisa tersedia secara terbatas pada tahun ini.

Dia menyebut, vaksin tersebut kemungkinan akan diutamakan bagi kelompok masyarakat yang berisiko tinggi sebelum disebar lebih luas. CEPI, kata dia, akan bekerja sama dengan pabrik di setiap belahan dunia untuk memproduksi vaksin itu.

"Mempertimbangkan disrupsi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi serta keterkaitan erat antar negara, jika kita tidak segera menyelesaikan (vaksin) ini, kita akan terus berisiko," ujar Hatchett.

Editor : Rahmat Fiansyah