Wantimpres Perkirakan Sektor Swasta Menggeliat Usai Pilpres 2019
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan sektor properti pada tahun depan masih belum pulih. Pada 2019, sektor ini diprediksi masih akan melambat seperti tahun ini.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa mengatakan, justru swasta dalam negeri mulai menggeliat pada tahun depan melalui sektor properti. Pasalnya, sektor ini terdiri dari berbagai macam industri dalam satu proyeknya.
"Kalau swasta, yang saya lihat adalah di properti. Kenapa? Karena properti biasanya menjadi prime mover di sektor swasta," ujarnya di The Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (15/12/2018).
Dia mencontohkan, untuk membangun rumah sederhana saja bisa melibatkan ratusan komponen industri seperti semen, keramik, kaca, cat hingga furnitur. Dengan demikian, satu proyek properti dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan industri-industri swasta lainnya.
"Mereka ini industri yang bisa memerlukan permintaan yang tinggi ada penariknya. Tidak mungkin pabrik bisa berjalan tanpa ada permintaan," kata dia.
Kendati demikian, pada semester I-2019 kemungkinan sektor properti akan mengalami kelesuan karena adanya Pemilihan Presiden. Namun, selepas dari masa politik tersebut maka sektor properti kembali bergairah.
"Jadi kalau saya lihat dari sisi itu, mudah-mudahan tahun 2019 itu menggeliat. Ada permintaan. Itu yang pertama saya lihat dari sektor swasta," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Apindo bidang Properti Eddy Hussy mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tantangan dunia properti pada tahun depan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari situasi politik.
Menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) periode 2013-2016 itu, masyarakat saat ini cenderung memiliki banyak pertimbangan dalam membeli properti. Pasalnya, properti merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang.
"Pemilik properti, mulai dari office (perkantoran) dan apartemen harus jeli melihat peluang pada 2019 nanti," kata Eddy di Jakarta, Rabu (12/5/2018).
Editor: Ranto Rajagukguk