Wapres Ingin Indonesia Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 30 November 2021 - 18:25:00 WIB
Wapres Ingin Indonesia Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia
Wapres Ma'ruf Amin ingin Indonesia jadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melakukan rapat pleno dengan tema Menyatukan Langkah Menuju Pusat Produsen Halal Terkemuka di Dunia. Dia pun menginstruksikan kepada jajaran menteri terkait untuk mempercepat tercapainya tujuan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

"Pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk menuju tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sebagai cita cita yang ingin kita wujudkan," kata dia usai memimpin rapat pleno di Istana Wapres Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (30/11/2021).

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dia mengatakan, pemerintah mengutamakan empat program yang dikembangkan KNEKS, yakni pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, pengembangan dana sosial syariah serta perluasan usaha syariah.

"Dan (rapat) ini selain merupakan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kementerian dan lembaga (K/L), juga kami merumuskan langkah-langkah percepatan selanjutnya ke depan," ujarnya.

Dalam rapat pleno tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Ini KNEKS untuk pertama kalinya mengadakan rapat pleno lengkap, saya sebagai Ketua Harian dan dihadiri oleh Menko bidang Perekonomian dan enam menteri,” katanya.

Sementara itu, Airlangga menyebutkan indeks berbagai kegiatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia mengalami kenaikan peringkat di tingkat global, seperti terlapor dalam Islamic Finance Index.

Perbaikan urutan berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tersebut antara lain di bidang makanan dan minuman halal di posisi keempat, fesyen muslim di posisi ketiga, media rekreasi di posisi kelima, wisata ramah muslim di posisi keenam, kosmetik dan farmasi di posisi keenam serta keuangan syariah di posisi keenam.

"Ekonomi syariah di Indonesia mempunyai peran penting, dimana kontraksi di 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional. Jadi, kontraksinya hanya -1,75 dibandingkan dengan (ekonomi) nasional -2,07," ucap Airlangga.

Guna mempercepat tercapainya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, Airlangga mengatakan, perlu penguatan di halal value chain; usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); regulasi; ekonomi digital; literasi masyarakat serta riset dan inovasi.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda