Wapres JK Sebut Idealnya Jumlah Bank di RI Hanya 30
JAKARTA, iNews.id – Di tengah era disrupsi saat ini, teknologi berkembang cukup pesat sehingga memengaruhi sektor perekonomian nasional. Fenomena semacam ini juga mengubah wajah perbankan nasional.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan, dengan perkembangan zaman yang terus maju, jumlah bank yang beroperasi di dalam negeri cenderung berkurang. Hal ini terlihat dari tren perkembangan bank sejak krisis moneter pada 1998.
"Kita punya kesalahan yang menyebabkan krisis moneter, ialah terlalu mudah untuk buka bank. Tahun 1998, ada 250 bank. Sekarang sekitar 118 bank," ujar JK di dalam acara Dies Natalis ke-50 Perbanas, di Perbanas Institute, Jakarta, Rabu (27/2/2019).
JK yang juga menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menambahkan, dengan adanya perkembangan teknologi saat ini akan semakin meminimalkan jumlah bank di Indonesia. "Saya perkirakan yang ideal 20-30 bank," katanya.
Menurut dia, perkembangan teknologi akan mendorong perbankan untuk melakukan konsolidasi untuk terus bertransformasi. Hal ini menjadi cukup krusial jika bank ingin bertahan di era disrupsi.