WTO Putuskan AS Bersalah soal Tarif Impor Tambahan kepada China

Djairan ยท Rabu, 16 September 2020 - 10:20 WIB
WTO Putuskan AS Bersalah soal Tarif Impor Tambahan kepada China

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memutuskan Amerika Serikat (AS) bersalah soal ketegangan dagang dengan China. (Foto: ilustrasi/AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memutuskan Amerika Serikat (AS) bersalah soal ketegangan dagang dengan China. Tarif tambahan yang dikenakan AS kepada produk 'made in China' sejak 2018 melanggar aturan perdagangan global.

Majelis di WTO menyatakan, bea masuk yang diterapkan AS melanggar aturan karena berlaku hanya untuk China dan besaran tarif tersebut jauh di atas standar. WTO menyebut bahwa AS tidak memberikan cukup bukti atas tindakannya yang memicu perang dagang.

Keputusan WTO disanggah oleh pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump. Mereka berpendapat tarif yang dikenakan terhadap barang-barang China senilai lebih dari 200 miliar dolar AS dapat dibenarkan. Pasalnya, China telah melanggar hak kekayaan intelektual dengan memaksa perusahaan AS di China untuk melakukan transfer teknologi.

"Hal ini menunjukkan bahwa apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun adalah benar, bahwa WTO sama sekali tidak mumpuni untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," ujar Kepala Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dikutip dari Reuters Rabu (16/9/2020).

Kementerian Perdagangan China menyambut baik atas keputusan WTO meski AS kemungkinan besar bakal mengajukan banding. Beijing menegaskan negaranya menghormati dan mendukung sistem perdagangan global.

Perang dagang AS-China yang berlangsung dalam dua tahun terakhir berdampak pada penerapan tarif atas barang senilai hampir 500 miliar dolar AS. Meski kedua negara telah sepakat menandatangani kesepakatan perdagangan fase I pada Januari 2020, data bea cukai AS menunjukkan tarif itu masih berlaku.

Total barang yang dikenakan tersebut memiliki nilai 370 miliar dolar AS. Dengan tarif tersebut, pemerintah AS mengumpulkan pundi uang dari bea masuk sebesar 62,16 miliar dolar AS.

Editor : Rahmat Fiansyah