Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sesumbar Mafia Tanah Ada Sampai Kiamat, 4 Orang Kepercayaan Nusron Malah Diciduk KPK
Advertisement . Scroll to see content

Cahaya Hati Mengupas Surah Al-Zalzalah Ayat 5-6, Gambaran Dahsyat Hari Kebangkitan Manusia

Minggu, 13 September 2026 - 14:12:00 WIB
Cahaya Hati Mengupas Surah Al-Zalzalah Ayat 5-6, Gambaran Dahsyat Hari Kebangkitan Manusia
Kajian Cahaya Hati Indonesia kembali mengupas kedalaman makna ayat-ayat Al-Qur'an. Kali ini, pembahasan berfokus pada kelanjutan Surah Al-Zalzalah ayat 5 dan 6. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kajian Cahaya Hati Indonesia kembali mengupas kedalaman makna ayat-ayat Al-Qur'an. Kali ini, pembahasan berfokus pada kelanjutan Surah Al-Zalzalah ayat 5 dan 6 yang menggambarkan terjadinya hari kiamat hingga hari kebangkitan (yaumul ba'ats) serta pengungkapan seluruh amal perbuatan manusia di akhirat.

Dalam ceramahnya, ustaz pengisi acara menjelaskan arti firman Allah SWT di dalam dua ayat tersebut, “Biannabbaka awha laha, yauma'idzi yasdurun-nasu asytatal liyuraw a'malahum”, yang menegaskan momen ketika bumi dihancurkan total dan seluruh makhluk dibangkitkan kembali dari kubur.

Ustaz menyampaikan mengutip keterangan Al-Imam Al-Qurtubi dalam kitab Mukhtasar Tazkiratul Qurtubi, tentang kondisi dahsyat menjelang kebangkitan setelah seluruh makhluk yang bernyawa wafat.

"Ketika semua yang bernyawa telah dicabut nyawanya oleh Malaikat Izrail pencabut nyawa, yang tersisa hanya Malaikat Izrail. Lalu Malaikat Izrail diperintah oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya. Dan ketika semua habis, Allah SWT bertajali terlebih dahulu," jelas sang ustaz.

Usai seluruh alam semesta binasa, Allah SWT membangkitkan kembali para malaikat utama serta manusia. Di antara manusia pertama yang dibangkitkan dari kuburnya adalah Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Saat dibangkitkan dari kuburnya, Rasulullah SAW langsung bertanyakan kondisi umatnya kepada Malaikat Jibril AS.

"Nabi bertanya, 'Ayyu yaumin hadzal yaum ya Jibril? Hari apa ini wahai Malaikat Jibril?' Kata Malaikat Jibril, 'Haza yaumuddin ya Rasulullah, ini adalah hari pembalasan ya Rasulullah.' Nabi Muhammad saat itu yang pertama ditanya bukan keluarganya, bukan kerabatnya, tetapi kita umatnya. 'Bagaimana keadaan umatku ya Jibril? Aku tidak rida kalau ada satu saja dari umatku yang masuk nerakanya Allah SWT.' Itulah yaumuddin, hari kebangkitan," paparnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut