Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Lengkap Sarwendah Dituduh Ambil Uang Rp3 Miliar dari Brankas Ruben Onsu, Faktanya Mengejutkan!
Advertisement . Scroll to see content

Cekcok Antrean Sate Taichan Berujung Maut, Prajurit TNI AD Ditikam hingga Meninggal Dunia

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37:00 WIB
Cekcok Antrean Sate Taichan Berujung Maut, Prajurit TNI AD Ditikam hingga Meninggal Dunia
Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang prajurit TNI AD yang tewas ditikam usai terlibat percekcokan saat mengantre sate taichan. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang prajurit TNI AD yang tewas ditikam usai terlibat percekcokan saat mengantre sate taichan. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa aksi pengeroyokan hingga penusukan tersebut dipicu oleh hal sepele, yakni perselisihan terkait antrean.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP)—mulai dari pedagang sate hingga penjual kopi—pihak kepolisian telah mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku pengeroyokan.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menjelaskan bahwa keributan bermula saat timbul gesekan di lokasi penjual sate. Salah satu pelaku memantik emosi dengan berbicara menggunakan nada tinggi, yang kemudian berlanjut pada aksi pemukulan pertama.

Aksi fisik tersebut memicu emosi massal di lokasi kejadian. Rekan-rekan pelaku lainnya yang awalnya tidak terlibat langsung akhirnya ikut melakukan pengeroyokan.

"Motifnya adalah berebutan terkait antrean sate. Kemudian ada satu yang memantik dengan nada tinggi, lalu ada pemukulan dari satu tersangka awal. Sesuai psikologi massa, satu orang berbuat akhirnya yang lain ikut," ujarnya.

Saat pengeroyokan terjadi, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari cukup kencang. Berdasarkan rekaman CCTV, korban berlari sejauh 500 hingga 800 meter dari titik awal keributan menuju lokasi penemuan jenazah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut