Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: 72,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Jateng Terkering
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Kemarau Panjang, Warga Tenjo Bogor Ikhtiar Salat Istisqa di Ponpes

Senin, 27 Juli 2026 - 13:45:00 WIB
Dampak Kemarau Panjang, Warga Tenjo Bogor Ikhtiar Salat Istisqa di Ponpes
Masyarakat di Bogor melangsungkan ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqa memohon kepada Allah agar turun hujan. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak luas di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menghadapi krisis air yang kian meluas, masyarakat di Bogor melangsungkan ikhtiar spiritual melalui Shalat Istisqa, sementara warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah kini terpaksa menggantungkan kebutuhan harian pada bantuan pengiriman air bersih.

Di Kabupaten Bogor, ratusan jemaah yang terdiri dari aparatur pemerintah, tokoh agama, santri, hingga masyarakat umum menggelar Shalat Istisqa secara serentak di Pondok Pesantren Bani Harun, Tenjo.

Doa bersama ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun menyusul kian menyusutnya debit air di kawasan tersebut. Selain memanjatkan doa, masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak istigfar, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga sumber air dan menggunakannya secara bijak selama musim kemarau berlangsung.

Sementara itu di Jawa Tengah, kekeringan parah membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Di Kabupaten Sukoharjo, ribuan jiwa yang tersebar di Desa Gedung Jambal, Kunden, dan Weru 3 harus mengandalkan bantuan dropping air bersih dari BPBD Sukoharjo.

Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan sebanyak 345.000 liter atau setara 69 tangki air bersih, mengingat puncak kekeringan di wilayah tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga September 2026.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Kabupaten Purbalingga, khususnya di Kecamatan Kejobong. Warga yang telah mengalami krisis air bersih selama dua bulan terakhir langsung berbondong-bondong membawa ember dan wadah kosong begitu armada truk air BPBD Purbalingga tiba di lokasi.

Bencana kekeringan di Purbalingga sendiri dilaporkan telah meluas ke enam kecamatan, meliputi Pengadegan, Karang Anyar, Kejobong, Karangrejo, Kemangkon, dan Rembang. Masyarakat di wilayah terdampak sangat berharap hujan dapat segera turun agar kebutuhan air harian dapat kembali terpenuhi secara mandiri.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut