Geger! PM Kosovo Dilempar Telur saat Sidang Parlemen, Politik Makin Memanas
Meski menjadi sasaran lemparan telur, Kurti tetap tenang dan tidak terpengaruh. Dia mengatakan dirinya bersedia menerima berbagai konsekuensi dalam upaya mencapai kesepakatan politik.
Kurti bahkan menyebut dilempari telur merupakan harga yang pantas jika hal tersebut menjadi bagian dari proses negosiasi untuk mengatasi kebuntuan politik di Kosovo.
Politikus berusia 51 tahun itu bukan kali pertama menghadapi aksi protes keras di parlemen. Ketika masih menjadi oposisi, anggota partainya juga pernah menggunakan gas air mata di ruang sidang untuk memprotes proses pemungutan suara.
Krisis politik Kosovo terjadi setelah negara tersebut menggelar tiga kali pemilihan umum dalam waktu kurang dari dua tahun. Perpecahan antarpartai membuat parlemen beberapa kali mengalami kebuntuan hingga pembubaran.
Partai Vetevendosje (VV) yang dipimpin Kurti menjadi pemenang dalam pemilu terakhir yang digelar pada Juni 2026. Partai tersebut memperoleh suara terbanyak di parlemen, tetapi belum memiliki dukungan yang cukup untuk menentukan presiden baru.
Pemilihan presiden membutuhkan dukungan dua pertiga anggota parlemen. Karena itu, Kurti harus membuka negosiasi dengan sejumlah partai oposisi untuk mendapatkan tambahan dukungan.
Namun, hingga kini VV dan kelompok oposisi belum mencapai kesepakatan mengenai calon presiden. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan pemerintahan dan pemilihan pimpinan parlemen kembali menemui jalan buntu.
Batas waktu konstitusional untuk memilih ketua parlemen berakhir pada 7 Agustus. Kegagalan mencapai kesepakatan kembali meningkatkan ketidakpastian politik di Kosovo.
Editor: Suriya Mohamad Said