Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Gelombang Tinggi Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 12 September 2026
Advertisement . Scroll to see content

Guncangan Kuat Gempa M 7,7 NTT: Warga Panik Berlarian, Satu Orang Tertimbun Bangunan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:05:00 WIB
Guncangan Kuat Gempa M 7,7 NTT: Warga Panik Berlarian, Satu Orang Tertimbun Bangunan
Gempa bumi tektonik dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

FLORES, iNews.id – Gempa bumi tektonik dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan besar tersebut memicu kepanikan warga hingga memicu diterbitkannya peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 7,0 ini diperbarui menjadi magnitudo 7,7 setelah analisis parameter lanjutan.

BMKG memodelkan tingkat ancaman tsunami dengan status Siaga (ketinggian gelombang 0,5 hingga 3 meter) di kawasan pesisir NTT dan Sulawesi Selatan, meliputi wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, hingga Jeneponto. Sementara itu, status Waspada diterbitkan untuk wilayah Bima, Dompu, dan Wajo.

Skala guncangan dirasakan hingga VII MMI di kawasan Nagekeo dan Ngada, yang berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan konstruksi. Guncangan kuat juga membuat masyarakat di Bajawa, Borong, Ende, hingga Ruteng terbangun dan berhamburan keluar rumah.

Pascaguncangan kuat, warga di Kabupaten Sikka dan berbagai kawasan pesisir NTT segera melakukan evakuasi mandiri ke wilayah perbukitan atau tempat tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan saat evakuasi guna menghindari kemacetan dan kepanikan massal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut