Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Haji Asan Sampit Lumpuh Total
SAMPIT, iNews.id — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan. Pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut berdampak fatal terhadap sektor transportasi udara. Operasional Bandara Haji Asan Sampit dilaporkan lumpuh total akibat kondisi cuaca yang membahayakan penerbangan.
Seluruh jadwal penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan dari dan menuju Sampit, terpaksa dibatalkan secara menyeluruh. Keputusan ini diambil karena jarak pandang (visibility) di sekitar area landasan pacu Bandara Sampit berada jauh di bawah batas minimum keselamatan penerbangan.
Kondisi buruk yang telah berlangsung sejak Minggu siang ini diperparah oleh hembusan asap pekat karhutla yang terus bertahan dan menutupi wilayah udara kota.
Menghadapi situasi kahar ini, pihak pengelola bandara serta maskapai penerbangan bergerak mengambil langkah penanganan bagi para calon penumpang. Pihak maskapai memberikan dua opsi utama, yakni pengembalian biaya tiket secara penuh (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) untuk hari berikutnya, sembari memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.
Ketidakpastian ini membuat ratusan calon penumpang hanya bisa pasrah. Sebagian besar dari mereka memilih untuk bertahan dan menginap di hotel-hotel sekitar area bandara guna mempermudah koordinasi serta menunggu pembaruan informasi resmi terkait kepastian jadwal penerbangan selanjutnya.
Para penumpang berharap penanganan titik api karhutla di lapangan dapat segera teratasi sehingga kondisi udara kembali normal dan penerbangan bisa kembali dibuka.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar