Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotawaringin Timur Meluas hingga 1.207 Hektare
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Makin Meluas, ASN Kotim Turun Tangan Suplai Air untuk Padamkan Api

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:46:00 WIB
Karhutla Makin Meluas, ASN Kotim Turun Tangan Suplai Air untuk Padamkan Api
Karhutla di Kotawaringin meluas. Bupati Halikinnor mengerahkan ASN dan SOPD menyuplai air untuk pemadaman, sementara kebakaran di hutan butuh water bombing. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

SAMPIT, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotawaringin terus meluas. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak turun tangan membantu proses pemadaman, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan air bagi petugas di lapangan.

Petugas gabungan hingga kini masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang muncul di kawasan hutan dan lahan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah menggalakkan gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur. Upaya tersebut diharapkan dapat mengendalikan api sekaligus mengurangi dampak asap yang ditimbulkan karhutla.

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengerahkan seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) untuk terlibat dalam penanganan karhutla. Selain mengirim personel, setiap SOPD diminta membawa armada dan peralatan untuk membantu menyuplai air ke petugas yang berada di garis depan.

“Karhutla menjadi-jadi. Di sekitar kota saja sudah beberapa titik bertambah setiap hari. Pihak pemadam ini hampir kewalahan. Jadi kita kerahkan semaksimal mungkin. Mobil-mobil dari beberapa SOPD ini menyuplai air, sehingga mobil pemadam khusus menyemprotkan air di lokasi kebakaran. Dengan begitu, penanganan bisa lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Halikinnor, kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dengan lokasi jauh dan sulit dijangkau membutuhkan penanganan berbeda. Kondisi tersebut membuat pemadaman dari udara atau water bombing diperlukan untuk membantu petugas di darat.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap penanganan karhutla hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Halikinnor menyayangkan masih adanya warga yang memilih hanya menyaksikan ketika kebakaran terjadi, meski dampak asap dan karhutla dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut