Mencekam! Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi Ungkap Potensi Letusan Masih Tinggi
Badan Geologi mengingatkan sejumlah bahaya yang perlu diwaspadai, antara lain lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Jika erupsi menerus kembali terjadi, potensi bahaya aliran lava juga dapat muncul.
Karena itu, masyarakat dan wisatawan masih diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan," imbaunya.
Sebelumnya, PVMBG mencatat aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung berdasarkan evaluasi hingga 8 September 2026.
Pada periode 7-8 September 2026, tercatat dua kali gempa erupsi, empat kali gempa hembusan, 76 kali gempa low frequency, 100 kali gempa hybrid/fase banyak, delapan kali gempa vulkanik dangkal, serta sembilan kali gempa vulkanik dalam.
Data tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih perlu dipantau secara ketat meski episode erupsi menerus telah dinyatakan berakhir.
Editor: Suriya Mohamad Said