Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Klaim Bunuh Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Sosok Kunci Penutupan Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Penampakan Warga Filipina Jalan Kaki ke Tempat Kerja, Krisis BBM Imbas Perang Timur Tengah

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:23:00 WIB
Penampakan Warga Filipina Jalan Kaki ke Tempat Kerja, Krisis BBM Imbas Perang Timur Tengah
Viral warga Filipina jalan kaki ke tempat kerja imbas krisis BBM (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

MANILA, iNews.id - Warga Filipina viral berjalan kaki menuju tempat kerja di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM). Situasi memburuk akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Sejumlah video yang beredar di media sosial, terutama X, menampilkan rombongan warga memenuhi jalan raya bak jalan santai. Beberapa dari mereka mengenakan pakaian santai dengan membawa palung, sementara sebagian lain memakai baju rapi.

Video ini sempat dibahas oleh situs berita Filipina yang tergabung dalam grup Phil Star. Situs tersebut menjelaskan dari keterangan warga, mereka berjalan menuju transportasi umum yang baru diberangkatkan, bukan sekadar jalan ke kantor.

Netizen juga menambahkan bahwa warga kerap melakukan aksi serupa di Commonwealth Avenue, Quezon City, ketika menunggu kendaraan umum kosong. Fenomena ini menunjukkan dampak nyata dari kenaikan harga BBM terhadap mobilitas masyarakat.

Kondisi ini muncul bersamaan dengan pengumuman beberapa operator transportasi yang berencana mogok minggu ini. Aksi pemogokan dimaksudkan sebagai protes terhadap dugaan kelalaian pemerintah menanggapi harga BBM yang sangat tinggi.

Video viral ini memicu perhatian luas setelah Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mendeklarasikan status darurat energi nasional. Langkah ini diambil karena pasokan BBM dan gas terganggu akibat perang yang hampir berlangsung sebulan di Timur Tengah.

Marcos memperingatkan adanya “ancaman yang segera terjadi” terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi nasional. Dia menekankan bahwa perang dan penutupan Selat Hormuz menjadi penyebab utama terganggunya distribusi energi.

Deklarasi darurat energi nasional ini berlaku selama satu tahun penuh. Presiden Marcos menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar Filipina tetap aman menghadapi krisis energi global.

Situasi ini menunjukkan dampak perang internasional terhadap kehidupan sehari-hari warga Filipina, mulai dari transportasi hingga aktivitas kerja. Fenomena jalan kaki massal menjadi simbol ketahanan masyarakat di tengah gejolak harga BBM dan krisis energi.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut