JAKARTA, iNews.id - Filipina menetapkan status darurat energi untuk menghadapi risiko kelangkaan energi global. Keputusan itu diambil setelah pemerintah mengungkap cadangan bahan bakar nasional hanya cukup untuk 45 hari ke depan.
Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) ini terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. Akibatnya, Iran menutup Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak global dan memicu kenaikan harga.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos menyebut keamanan energi Filipina semakin kritis dan membahayakan. Oleh karena itu, pihaknya menetapkan status darurat energi selama 1 tahun penuh.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur logistik yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia. Penutupan jalur tersebut berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak dunia.
Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Akibat Perang Timur Tengah
Editor: Puti Aini Yasmin