Penunggang Demo DPR, Polda Metro Amankan 65 Orang Kelompok Anarko dan 201 Botol Molotov
JAKARTA, iNews.id — Polda Metro Jaya menggagalkan upaya perusakan dan penunggangan aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI melalui tindakan preventif strike. Kepolisian mengamankan puluhan orang beserta barang bukti mulai dari senjata tajam, airsoft gun, hingga ratusan botol molotov.
Dari pengungkapan tersebut, pihak kepolisian mengamankan total 65 orang. Sebanyak 63 orang diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum di sebuah titik kumpul kawasan Jakarta Timur, sementara dua orang lainnya ditahan oleh Direktorat Siber.
Polisi mengungkapkan bahwa mereka yang diamankan terdiri dari kelompok terafiliasi jaringan anarko, mahasiswa, hingga pelajar SMK yang berasal dari Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bandung.
Selain itu, petugas juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MNP di Sumatera Utara yang menyebarkan provokasi panduan pembuatan bom molotov di media sosial.
Dalam pengungkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berbahaya seperti 39 pucuk senjata tajam, dua pucuk airsoft gun beserta tabung gas dan gotri, tiga buah stik golf, tujuh jeriken bensin, 201 botol kaca bermuatan sumbu molotov, 11 tas ransel, toa, cat semprot, banner, hingga obat-obatan terlarang jenis tramadol dan diazepam.
Penyidik menemukan indikasi bahwa kelompok tersebut telah melakukan konsolidasi serta perencanaan cukup panjang. Mereka diduga kuat mengumpulkan dana melalui modus penggalangan donasi berkedok kegiatan sosial kemanusiaan, yang dialihkan untuk membeli bahan baku pembuat bom molotov dan senjata tajam.