Pidie Jaya Kembali Diterjang Banjir, Warga Dievakuasi Pakai Tali Sling
PIDIE JAYA, iNews.id - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu banjir besar di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Kamis (8/1/2026). Derasnya arus banjir memaksa warga dievakuasi menggunakan peralatan darurat dengan tali sling akibat derasnya arus air.
Desa Alumni, kecamatan Bandar Dua, lokasi terparah diterjang banjir yang membuat warga panik.
Proses evakuasi berlangsung dramatis; petugas dan warga terpaksa menggunakan tali seling baja untuk menyeberangkan orang dari desa yang terkepung air.
Langkah ekstrem ini diambil demi keselamatan jiwa mengingat arus luapan sungai yang sangat kuat dan membahayakan.
Petugas BPBD dibantu TNI/Polri terus bersiaga di lokasi-lokasi rawan untuk memantau ketinggian air dan membantu evakuasi warga kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Banjir susulan juga menerjang lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Kamis (8/1/2026). Bencana terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras hingga membuat sungai meluap.
Ketinggian banjir yang mencapai hampir satu meter membuat warga yang baru saja selesai membenahi rumah mereka imbas banjir bandang akhir November 2025 lalu panik.
Mereka pun nekat menerobos arus air setinggi pinggang orang dewasa demi menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah mereka. Banjir tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga memutus akses jalan antar-desa dan merusak fasilitas umum.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, lima kecamatan yang dilanda banji yakni, Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Julok, dan Rantau Peureulak
Banjir kali ini dirasakan sangat berat oleh masyarakat Aceh Timur dan Pidie Jaya. Pasalnya, bencana ini terjadi saat warga baru saja memulai tahap pemulihan ekonomi pascabencana besar akhir November 2025 lalu.
"Ini banjir terbesar di tempat kami. Aktivitas perekonomian dan mobilitas warga lumpuh total," ujar salah seorang warga yang terjebak di lokasi banjir Aceh Timur.
Editor: Kastolani Marzuki