Prabowo Bahas Penutupan Selat Hormuz, Stok Minyak RI Disorot
JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto membahas penutupan Selat Hormuz bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, sementara stok minyak RI menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak terhadap pasokan minyak dunia. Selat Hormus merupakan jalur penting distribusi energi global, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi negara pengimpor seperti Indonesia.
Bahlil menjelaskan pembahasan menyangkut kondisi geopolitik terkini, termasuk isu penutupan Selat Hormus di Iran. Pemerintah memperhitungkan potensi gangguan distribusi minyak dunia.
“Ini menyangkut kondisi terkini geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormus di Iran. Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Bagaimanapun kita masih melakukan impor satu juta barel,” ujar Bahlil.
Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari. Kondisi tersebut membuat stabilitas jalur distribusi global menjadi faktor krusial bagi ketahanan energi nasional.
Saat ditanya mengenai cadangan BBM nasional, Bahlil memastikan stok masih aman untuk sementara waktu. “Masih cukup 20 hari,” ucap dia.