Prabowo Buka Suara soal Kabinet Gemuk: Indonesia Negara Besar, Bandingkan dengan Timor Leste
“Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri. Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan,” katanya.
Prabowo menjelaskan pemerintahannya merupakan koalisi besar yang melibatkan tujuh dari delapan partai politik yang ada di parlemen.
“Jadi demikian pemerintah koalisi yang saya pimpin, termasuk besar. Tujuh partai dari delapan partai di parlemen. Dan kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien,” tutur Prabowo.
Meski memiliki koalisi besar, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjalankan efisiensi. Salah satunya dilakukan melalui penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak menguntungkan dan memiliki kinerja buruk.
“Dalam kurang 2 tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN. Dengan 290 BUMN kita telah menghemat Rp50 triliun, Rp50 triliun,” ungkapnya.
Prabowo mengatakan pemerintah juga berencana menutup ratusan BUMN lainnya hingga akhir 2026.
“Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200-250,” katanya.
Menurut Prabowo, langkah tersebut diharapkan dapat menghemat anggaran hingga Rp100 triliun dari biaya rutin atau overhead, termasuk gaji direksi dan komisaris.
“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead (biaya operasional), dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, efisiensi juga dilakukan di berbagai bidang. Dia menyebut penghematan pemerintah saat ini telah mendekati Rp300 triliun setiap tahun.
“Jadi saya kira penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati tiap tahun lebih dari Rp200 triliun, mendekati Rp300 triliun tiap tahun. Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai,” pungkasnya.
Editor: Suriya Mohamad Said