Selat Hormuz Memanas! Iran Siapkan Zona Terbatas hingga Ancaman Blokade Teluk Persia
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa Teheran tengah mempersiapkan langkah menuju blokade menyeluruh di Teluk Persia sebagai respons terhadap perang ekonomi yang disebut dilancarkan Washington.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tinggi Iran (SNSC), Mohsen Rezaei, mengatakan Iran juga akan menetapkan zona maritim baru yang dinyatakan “terbatas” di luar Selat Hormuz.
Kapal yang memasuki zona tersebut nantinya disebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.
"Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah menerima peringatan jelas dari rudal-rudal baru Iran. Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga batas blokade. Postur operasional terhadap kapal perang dan pangkalan AS telah diubah secara mendasar," ujar Rezaei melalui media sosial X.
Pernyataan tersebut diduga merujuk pada rudal balistik Qassem Basir yang menurut media Iran ditembakkan ke arah kapal perang Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz. Namun, militer AS menyatakan kapal perangnya berhasil menghindari serangan rudal tersebut.
Meski serangan besar Amerika Serikat disebut telah melemahkan kemampuan militer konvensional Iran dan memberikan tekanan terhadap perekonomiannya, Teheran masih memiliki persenjataan rudal dan drone yang dapat digunakan untuk mengancam kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alat tawar utama Iran dalam menghadapi konflik. Sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan liquefied natural gas (LNG) dunia diketahui melewati Selat Hormuz.
Rencana Iran untuk memberlakukan zona eksklusi maritim hingga kemungkinan blokade berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik sekaligus mengancam keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk.
Jika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terganggu, biaya pengiriman berpotensi meningkat dan dapat ikut mendorong kenaikan harga energi di pasar global.
Editor: Suriya Mohamad Said